Hamili Janda, Tak Bertanggungjawab, Pak Guru Dilaporkan ke Polisi

870 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Pria yang berprofesi sebagai guru di sebuah SMK di Pekanbaru ini Ys (32) mau enaknya saja. Setelah berulang-ulang meniduri seorang janda yang berprofesi sebagai karyawati kafe Ad (25), namun tidak mau bertanggungjawab saat janda tersebut hamil. Dia akhirnya dilaporkan janda tersebut ke polisi.

Berita itu menjadi headline dua harian terbitan Pekanbaru, yakni Pekanbaru MX dan Riau Tribune pada edisi Jumat (7/12) ini. Pekanbaru MX dengan beritanya berjudul “Oknum Guru SMK Hamili Janda” menyebutkan usia kandungan janda tersebut kini sudah memasuki 3 bulan. Sebelumnya Ys pernah menyuruh Ad menggugurkan kandungannya, namun ditolak oleh Ad.

Riau Tribune dalam beritanya berjudul “Pak Guru Hamili Karyawati Cafe” menyebutkan bahwa berdasarkan keterangan Ys kepada pihak penyidik, bukan dirinya saja yang meniduri Ad, tapi banyak pria lainnya. Makanya dia keberatan bertanggungjawab atas kehamilan dari janda tersebut.

Sementara itu Pekanbaru Pos dalam berita berjudul “Riau Rekrut 2.000 Guru Bantu” menyebutkan bahwa Kepala Dinas Pendidikan Riau HM Wardan optimis rekrutmen guru bantu untuk anggaran tahun 2007 sebanyak 2.000 orang akan terlaksana pada bulan Desember dan kemungkinan besar pada akhir Desember nanti.

Sedangkan Tribun Pekanbaru hari ini berita utamanya tentang aksi yang dilakukan 700-an warga yang tergabung dalam Serikat Tani Riau (STR) menduduki lahan sengketa dan mendirikan perkampungan dengan menebas belasan hektar pohon akasia milik PT Arara Abadi di Sektor Sebanga, Kecamatan Pinggir. Berita itu berjudul “Babat Belasan hektar Akasia“.

Melesetnya target penerimaan Riau dari sektor Dana Bagi Hasil (DBH) Migas menjadi berita utamaMetro Riau hari ini. Dalam berita berjudul “Target DBH Riau Meleset” menyebutkan dari target Rp 2 rilun pada tahun 2007 ini, ternyata realisasinya hanya Rp 1,4 triliun. Hal ini akibat dari menurunnya produksi migas Riau.

Media Riau hari ini mengkat berita berjudul “Uji Publik PPP Molor” sebagai berita utamanya. Dalam berita itu disebutkan uji publik untuk menentukan calon yang diajukan DPW PPP Riau untuk Polkada 2008 mendatang mengalami kemoloran sampai tanggal 15 Desember dari jadwal semua pertengahan November lalu.

Terpilihnya Antasari Azhar sebagai ketua KPK masih menjadi berita utama Riau Mandiri hari ini. Dalam berita berjudul “KPK Terancam Jadi Pelindung Korupsi” disebutkan bahwa sejumlah pihak sangat prihatin terhadap terpilihnya Antasari sebagai Ketua KPK. Sebab dengan terpilihnya Antasari, KPK bisa menjadi pelindung korupsi.

Sedangkan Riau Pos dalam beritanya berjudul “Hapus Polkada Gubernur” menyebutkan peserta seminar Program Pelatihan Reguler Angkatan 40 Lemhanas menyampaikan usulan kepada Presiden SBY agar menghapus Pilkada Gubernur di Indonesia. Selanjutnya jabatan gubernur langsung saja ditunjuk oleh presiden.(Ad)

 

Posting Terkait