Green PON, Pemprov Riau Gandeng Kampus Konservasi Unnes

SEMARANG (RiauInfo) – Untuk pelaksanaan PON XVIII di Riau, Koni Pusat dengan Pemprov Riau melakukan kerjasama dengan kampus konservasi Universitas Negeri Semarang (Unnea). Kerjasama ini menuju Green PON dengan menciptkan lingkungan venues yang asri.

Kerjasama ini dilaksanakan di Gedung Rektorat Kampus Unnes bersama Ketua KONI Pusat, Rita Subowo dengan Gubernur Riau, Rusli Zainal, Jumat (14/01/2011) di Semarang. Ketua KONI, Rita menyebut, untuk menciptakan prestasi olahraga yang maksimal diperlukan lingkungan hijau yang sehat. Lingkungan hijau dipastikan akan kaya oksigen yang dibutuhkan tubuh manusia.

“PON XVIII pada tahun 2012 mendatang di Riau, diperlukan lingkungan hijau. Karena itu kita membentuk kerja sama dengan kampus Unnes yang mendapat sertifikat sebagai kampus konservasi,” kata Rita.

Sementara itu, Gubernur Riau Rusli Zainal menyebut, saat ini sejumlah venues sudah dipastikan rampung 80 persen. Namun demikian di sekitar venues diakui masih kurang adanya penghijauan yang asri.

“Karena itu Pemprov Riau melaksanakan kerja sama ini dengan pihak kampus Unnes. Kerjasama ini nantinya akan dituangkan dalam pratek langsung penghijauan di sekitar venues yang ada di Riau. Dengan demikian pelaksanaan PON tahun depan seluruh tamu undangan terutama para atlet dapat menikmamati lingkungan venues yang hijau,” kata Rusli.

Rektor Unnes, Sudijono Sastroatmodjo mengungkapkan, bahwa kampus mereka memang mendapat sertifikasi kampus konservasi sebagai kawasan yang ramah lingkungan. Keberadaan kampus yang berada di perbukitan seluas 144 hektar ini, kini memiliki 103 jenis dengan jumlah tanaman 17.667 pohon. Selain itu di kampus juga terdapat 223 jenis bunga.

“Dengan banyaknya tanaman pohon di sekitar kampus, kini dengan jumlah kendaraan yang masuk ke kampus, berbagai jenis pohon dapat meciptakan udara yang masih sehat. Kondisi seperti ini yang terus menerus kita pelihara di kampus,” kata Rektor Unnes, Sudijono.

Pihak kampus dari tahun 1990an, sudah melakukan upaya penghijauan di kampus. Setiap penerimaan mahasiswa baru, pihak kampus selalu mewajibkan satu siswa membawa satu tanaman pohon. “Untuk tahun ini, bagi mahasiswa baru diwajibkan menanam 5 jenis pohon di sekitar kampus. Selain itu mahasiswa kita juga kita libatkan dalam penanaman pohon di kota Semarang ini,” kata Sudijono.

Kesadaran sebagai kampus koservasi ini, kata Sudijono berangkat dari kondisi iklim lingkungan khususnya di Jateng yang terus terancam dari berbagai ancaman lingkungan.

“Mahasiswa Unnes juga turut terlibat penanaman mangrove untuk mencegahnya banjir dari ancaman air laut. Dari tahun ketahu, kondisi hutan tanaman di kampus terus bertambah. Kita harapkan juga dengan kerjasama dengan PB PON, hal lingkungan yang hijau memang hatus tercipta do pelaksanaan PON,” kata Sudijono.

Gubernur Riau, Rusli menambahkan dengan pengalaman yang telah dilakukan kampus koservasi ini, hendaknya seluruh venues di Riau nantinya akan menjadi green. “Itu sebabnya gagasan untuk menggali ilmu lingkungan ini, Pemprov Riau bekerja sama dengan pihak Unnes untuk memberikan pengalamannya,” kata Rusli.(ad/rls)

Rizki: