FKPA Sampaikan Pernyataan Sikap ke DPRD Riau

PEKANBARU (RiauInfo) – Selama ini penderita autis di Riau, terutama di Pekanbaru belum tertangani dengan baik. Sehubungan peringatan Hari Autis Se-Dunia, Forum Komunikasi Peduli Autis menyampaikan pernyataan sikapnya ke DPRD Riau, Rabu (2/4) tadi. 

Inilah pernyataan sikap yang dibacakan oleh Santoso Ketua Koordinator Lapangan Forum Komunikasi Peduli Autis yang juga anggota Lembaga Pendamping Perkembangan Anak (LPPA), di ruang rapat yang langsung diterima oleh Ketua Komisi D DPRD Riau Drs Edi Ahmad RM.

Berikut paparannya;
Hari ini 2 April semua orang se-dunia memperingati Hari Autisme Se Dunia untuk mengingat bahwa ada sebagin anak Autis yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kita semua. Untuk itu, marilah kita buka hati, mata telingan dan pikiran kita.

Sebagian permasalahan yang dihadapi komunitas Autis di Provinsi Riau:

– Jumlah Populasi yang sangat tinggi, untuk Kota Pekanbaru berdasarka survey jumlah anak-anak autis lebih kurang 200 orang anak.
– Tidak adanya pusat Deteksi Dini dan Pusat Diagnosa.
– Kurang sarana intervensi dini dan terapi sekolah holistik yang memadai.
– Tidak ada sekolah inklusi (sekolah umum yang menerima anak autis)
– Tidak adanya sekolah khusus Autis bagi yang tidak bisa masuk sekolah sekolah inklusi
– Tidak adanya dukungan dari dinas pendidikan, dinas kesehatan dan dinas sosial dalam penanganan Autis.
– Tidak adanya lembaga masyarakat yang peduli dengan permasalahan dengan Autis.
– Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap Autis.(muchtiar)


Rizki: