Eskavator Luluh Lantakkan Pohon Karet, Warga Meradang

628 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Kedatangan anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru di perkebunan karet Kecamatan Tenayan Raya disambut warga dengan antusias. Warga yang rata-rata telah berumur ini lewat perwakilannya meluahkan segala keresahannya.

Menurut Sudi Salah satu perwakilan warga yang menceritakan bagaimana kronologis hingga kini menjadi lahan sengketa. Katanya, Lahan perkebunan karet lebih kurang 226 hektar tersebut itu tiba-tiba diserobot seseorang yang bernama Edy Suryanto.

Pelaku mengaku telah membeli lahan itu dari seseorang yang bernama Jarun yang sama sekali tidak dikenal oleh warga yang bekerja diperkebunan karet itu.

Kini, beberapa eskapator sebanyak 2 unit telah masuk ke kawasan sengketa. Bahkan hingga kini eskapator tersebut telah meluluh lantahkan lebih kurang 40 persen kawasan kebun karet, termasuk kegiatan meluluh lantakan ribuan pohon karet Rabu (7/5) tadi pagi.

Warga Okura yang berkerja di perkebunan karet tersebut, adalah eks buruh PT Bintan yang kini hak guna usahanya telah habis dan sedang diurus untuk
memperpanjang usahanya kembali.

Selama dalam pengurusan inilah ada pihak yang tidak bertanggung telah memanfaatkan dengan menjual lahan tanpa sepengetahuan warga dan PT Bintan kepada Edy Suryanto.

Akibatnya, Edi Suryanto yang merasa punyak hak setelah membeli lahan tersebut, meluluh lantakkan perkebunan karet dengan menggunakan dua unit eskapator.

Bahkan dari 160-an hektar perkebunan karet yang ada di Kecamatan Tenayan Raya tersebut kini hanya tinggal 40 persen saja yang tersisa. Sedangkan sisanya sedang dipertahankan warga dengan cara main kucing-kucingan.

“Jika warga ada, eskapator tidak ada beraktifitas. Tapi jika warga telah pulang maka ratusan pohon akan tumbang dalam sekejap,” ungkap Sudi.

Bahkan dulu sempat dipergoki warga dan hampir terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Tapi pihak Edy yang telah menumbangkan beberapa pohon berjanji tidak melakukan aktifitas penebangan lagi. Tapi setelah diluar pantauan warga, maka akan kembali beraktifitas.

Sudi memberi penjelasan di depan anggota komis I waktu itu menyayangkan ulah dari pihak Edy yang telah berkali-kali diberi peringatan tapi tetap terus diulang. Menurut Sudi, kesabaran warga pasti ada batasnya.

Karena itu ia mengharapkan kepada anggota dewan yang hadir memberi secepatnya tindakan pengluluh lantakkan kebun karet atas apa yang telah dilakukan pihak Edy Suryanto.

Sementara itu Ketua Komisi I Sondia Warman yang mendengarkan langsung keluh kesah warga tersebut mengatakan, aspirasi warga ini diterima. Dan pihaknya akan langsung menindaklanjuti dengan menyurati kepolisian kota besar Pekanbaru agar melakukan penghentian sementara segala aktivitas di atas lahan yang sedang disengketakkan.

Selain itu, Sondia juga berjanji mengamati permasalahan ini dengan cermat dan mengharapkan kepada warga jangan melakukan hal-hal yang bersifat anarkis.

Hal ini tidak dipermasalahkan warga asalkan pihak Edy benar-benar tidak melakukan aktifitasnya lagi. Karena kata salah satu warga, jika hal ini tetap tidak digubris maka warga khawatir akan ada tindakan anarkis. (muchtiar)

 

Posting Terkait