Ditargetkan Bakal Mampu Memproduksi 1 Juta Ton Biofuel Setahun

PEKANBARU (RiauInfo) – Akhir-akhir ini Riau menjadi incaran para investor manca negara yang akan menanamkan modalnya di bidang pabrik biofuel. Para investor itu antara lain berasal dari India dan Jerman. 

Sedangkan daerah yang menjadi incarannya ternyata tidak hanya Dumai, tapi juga daerah-daerah lainnya seperti Kampar, Kerinci dan Buton-Siak. Bila nantinya pabrik-pabrik biofuel itu nantinya terealisasi, maka diperkirakan Riau akan mampu memproduksi 1 juta ton biofuel setahun.

Hal itu dikatakannya Gubernur Riau HM Rusli Zainal kepada wartawan usai menerima investor dari India bersama rekannya asal Jerman dari PT Surya Chakra Biofuel dan MDQ Lurgi Germany di ruang kerjanya, Selasa (27/2). Dua perusahaan itu bekerja sama dalam memproduksi biofuel dari bahan nabati dan sudah berhasil di negaranya masing-masing.

Menurut Rusli Zainal saat ini sudah berjalan pembangunan pabrik biofuel di Dumai dengan kapasitas bisa mencapai 350 ribu ton pertahun. Saat ini pembangunannya sedang dalam tahap pelaksanaan dan sudah mencapai 40 persen. Ada juga beberapa kawasan yang rencananya akan dibangun pabrik biofuel ini antara lain juga di Kampar, Siak dan Pelalawan.

Investor asal India-Jerman ini menurutnya sudah datang beberapa kali ke Riau dan bertemu dengan pihaknya. Selaku pemerintah, Pemprov Riau menyambut baik investasi yang ditanamkan di Riau karena akan membantu percepatan pembangunan, ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

Dikatakannya bahwa pihaknya menyambut baik kehadiran investor biofuel ini. Bahkan Dubes
Singapura yang datang sehari sebelumnya juga disambut dengan baik karena akan ada beberapa
investasi, termasuk biofuel yang juga dilaksanakan oleh negara ini, dengan produksi mencapai 150 ribu ton pertahun.

Dari beberapa bahan nabati yang cukup banyak di Riau, diperkirakan pasokan energi untuk diproduksi menjadi biofuel ini akan cukup memadai. Di antara potensi besar yang dimiliki Riau adalah kebun kelapa sawit yang bisa digunakan untuk sumber energi bahan bakar nabati (BBN) ini.

Riau saat ini memiliki 1,5 juta hektare kebun sawit. Selain itu, bahan lainnya seperti jarak pagar, bahkan ubi dapat digunakan untuk BBN ini. Dari pihak investor sendiri menyebutkan bahwa potensi pengembangan biofuel di Riau cukup besar.

Pihak investor asal India-Jerman ini berencana membangun industri serupa di Buton, Kabupaten Siak. Alternatif lainnya di Kampar. Direncanakan, pada bulan Juli mendatang pihak investor akan membangun pabrik biofuel di Tanjung Buton, Kabupaten Siak.(Ad)

 

Rizki: