Pekanbaru (RiauInfo)-Rumpun Perempuan dan Anak Riau (Rupari) melakukan kampanye musikal ke sekolah-sekolah di Pekanbaru mulai Senin (17/11) hingga Desember mendatang. Lembaga yang bergiat di isu-isu perempuan dan anak ini mengupayakan tersosialisasinya nilai-nilai antikekerasan terutama terhadap perempuan.
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pekanbaru menjadi sekolah pertama yang mendapat kunjungan. Ratusan siswa baik perempuan maupun laki-laki menyimak kegiatan dengan antusias. Nilai-nilai antikekerasan tersebut disampaikan dalam bentuk konser mini yang diselingi penyampaian materi-materi antikekerasan baik melalui audio, visual, audio visual maupun orasi dari aktivis Rupari. Sementara, permaianan musiknya disuguhkan oleh The Conscience Band. Audiens diberi kesempatan pula untuk berinteraktif mendalami materi melalui pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan.
Magrina Rahayu, ketua panitia, mengungkapkan, kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Rupari untuk mengampanyekan antikekerasan seksual atau kekerasan terhadap perempuan umumnya. Rangkaian kegiatan ini dimaksudkan pula untuk meluaskan peringatan 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) yang jatuh pada rentang waktu 16 hari dari tanggal 25 November hingga 10 Desember setiap tahunnya. Ada beberapa hari peringatan pada rentang waktu itu. Di antaranya, Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan, Hari Difabel, Hari AIDS dan Hari Hak Asasi Manusia Internasional.
Magrina juga menjelaskan, kampanye ini semakin penting mengingat semakin meningkatnya kuantitas dan 'kualitas' kekerasan seksual khususnya kekerasan terhadap perempuan belakangan ini. Ia menyampaikan, data yang dikumpulkan pihaknya mendapati ada sebanyak sembilan kasus kekerasan seksual terjadi dari Januari sampai November 2014 di Pekanbaru. Bentuk-bentuk kekerasan tersebut adalah pencabulan, pemerkosaan dan pelecehan seksual. Sementara tahun 2013, kasus yang terlaporkan mencapai lima kasus kekerasan seksual. Dengan demikian, dalam setahun terjadi peningkatan kasus hampir dua kali lipat.
Aktivis Rupari lainnya, Herlia Santi, mengingatkan, jumlah kasus tersebut jangan dianggap kecil atau enteng. Karena, kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan seksual adalah kasus-kasus ibarat gunung es. Ia hanya akan tampak puncaknya. Padahal, yang tersembunyi jauh lebih besar dan banyak lagi.
Sementara, pihak SMKN 3 Pekanbaru yang diwakili Mukhtar, dalam pengarahan menjelang acara menyampaikan bahwa sekolahnya menyambut adanya kegiatan seperti ini. Terlebih, di sekolahnya jumlah siswa perempuan adalah mayoritas. Karena itu, kegiatan diskusi musikal ini sangat memberi manfaat bagi para peserta didik di sekolahnya. Ia pun mengharapkan, para siswa menyimak dan mengambil manfaat sebaik-baiknya dari apa yang disampaikan pada kegiatan tersebut.
Foto Lainnya
[gallery link="file" columns="4" ids="39222,39221,39220,39219"]
Sosialisasi Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan.
Kiki
Senin, 17 November 2014 - 12:41:17 WIB
Rupari Kampanye Musikal ke Sekolah-sekolah
Pekanbaru (RiauInfo)-Rumpun Perempuan dan Anak Riau (Rupari) melakukan kampanye musikal ke sekolah-sekolah di Pekanbaru mulai Senin (17/11) hingga Desember mendatang. Lembaga yang bergiat di isu-isu perempuan dan anak ini mengupayakan tersosialisasinya nilai-nilai antikekerasan terutama terhadap perempuan.
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pekanbaru menjadi sekolah pertama yang mendapat kunjungan. Ratusan siswa baik perempuan maupun laki-laki menyimak kegiatan dengan antusias. Nilai-nilai antikekerasan tersebut disampaikan dalam bentuk konser mini yang diselingi penyampaian materi-materi antikekerasan baik melalui audio, visual, audio visual maupun orasi dari aktivis Rupari. Sementara, permaianan musiknya disuguhkan oleh The Conscience Band. Audiens diberi kesempatan pula untuk berinteraktif mendalami materi melalui pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan.
Magrina Rahayu, ketua panitia, mengungkapkan, kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Rupari untuk mengampanyekan antikekerasan seksual atau kekerasan terhadap perempuan umumnya. Rangkaian kegiatan ini dimaksudkan pula untuk meluaskan peringatan 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) yang jatuh pada rentang waktu 16 hari dari tanggal 25 November hingga 10 Desember setiap tahunnya. Ada beberapa hari peringatan pada rentang waktu itu. Di antaranya, Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan, Hari Difabel, Hari AIDS dan Hari Hak Asasi Manusia Internasional.
Magrina juga menjelaskan, kampanye ini semakin penting mengingat semakin meningkatnya kuantitas dan 'kualitas' kekerasan seksual khususnya kekerasan terhadap perempuan belakangan ini. Ia menyampaikan, data yang dikumpulkan pihaknya mendapati ada sebanyak sembilan kasus kekerasan seksual terjadi dari Januari sampai November 2014 di Pekanbaru. Bentuk-bentuk kekerasan tersebut adalah pencabulan, pemerkosaan dan pelecehan seksual. Sementara tahun 2013, kasus yang terlaporkan mencapai lima kasus kekerasan seksual. Dengan demikian, dalam setahun terjadi peningkatan kasus hampir dua kali lipat.
Aktivis Rupari lainnya, Herlia Santi, mengingatkan, jumlah kasus tersebut jangan dianggap kecil atau enteng. Karena, kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan seksual adalah kasus-kasus ibarat gunung es. Ia hanya akan tampak puncaknya. Padahal, yang tersembunyi jauh lebih besar dan banyak lagi.
Sementara, pihak SMKN 3 Pekanbaru yang diwakili Mukhtar, dalam pengarahan menjelang acara menyampaikan bahwa sekolahnya menyambut adanya kegiatan seperti ini. Terlebih, di sekolahnya jumlah siswa perempuan adalah mayoritas. Karena itu, kegiatan diskusi musikal ini sangat memberi manfaat bagi para peserta didik di sekolahnya. Ia pun mengharapkan, para siswa menyimak dan mengambil manfaat sebaik-baiknya dari apa yang disampaikan pada kegiatan tersebut.
Foto Lainnya
[gallery link="file" columns="4" ids="39222,39221,39220,39219"]
Pekanbaru (RiauInfo)-Rumpun Perempuan dan Anak Riau (Rupari) melakukan kampanye musikal ke sekolah-sekolah di Pekanbaru mulai Senin (17/11) hingga Desember mendatang. Lembaga yang bergiat di isu-isu perempuan dan anak ini mengupayakan tersosialisasinya nilai-nilai antikekerasan terutama terhadap perempuan.
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pekanbaru menjadi sekolah pertama yang mendapat kunjungan. Ratusan siswa baik perempuan maupun laki-laki menyimak kegiatan dengan antusias. Nilai-nilai antikekerasan tersebut disampaikan dalam bentuk konser mini yang diselingi penyampaian materi-materi antikekerasan baik melalui audio, visual, audio visual maupun orasi dari aktivis Rupari. Sementara, permaianan musiknya disuguhkan oleh The Conscience Band. Audiens diberi kesempatan pula untuk berinteraktif mendalami materi melalui pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan.
Magrina Rahayu, ketua panitia, mengungkapkan, kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Rupari untuk mengampanyekan antikekerasan seksual atau kekerasan terhadap perempuan umumnya. Rangkaian kegiatan ini dimaksudkan pula untuk meluaskan peringatan 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) yang jatuh pada rentang waktu 16 hari dari tanggal 25 November hingga 10 Desember setiap tahunnya. Ada beberapa hari peringatan pada rentang waktu itu. Di antaranya, Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan, Hari Difabel, Hari AIDS dan Hari Hak Asasi Manusia Internasional.
Magrina juga menjelaskan, kampanye ini semakin penting mengingat semakin meningkatnya kuantitas dan 'kualitas' kekerasan seksual khususnya kekerasan terhadap perempuan belakangan ini. Ia menyampaikan, data yang dikumpulkan pihaknya mendapati ada sebanyak sembilan kasus kekerasan seksual terjadi dari Januari sampai November 2014 di Pekanbaru. Bentuk-bentuk kekerasan tersebut adalah pencabulan, pemerkosaan dan pelecehan seksual. Sementara tahun 2013, kasus yang terlaporkan mencapai lima kasus kekerasan seksual. Dengan demikian, dalam setahun terjadi peningkatan kasus hampir dua kali lipat.
Aktivis Rupari lainnya, Herlia Santi, mengingatkan, jumlah kasus tersebut jangan dianggap kecil atau enteng. Karena, kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan seksual adalah kasus-kasus ibarat gunung es. Ia hanya akan tampak puncaknya. Padahal, yang tersembunyi jauh lebih besar dan banyak lagi.
Sementara, pihak SMKN 3 Pekanbaru yang diwakili Mukhtar, dalam pengarahan menjelang acara menyampaikan bahwa sekolahnya menyambut adanya kegiatan seperti ini. Terlebih, di sekolahnya jumlah siswa perempuan adalah mayoritas. Karena itu, kegiatan diskusi musikal ini sangat memberi manfaat bagi para peserta didik di sekolahnya. Ia pun mengharapkan, para siswa menyimak dan mengambil manfaat sebaik-baiknya dari apa yang disampaikan pada kegiatan tersebut.
Foto Lainnya
[gallery link="file" columns="4" ids="39222,39221,39220,39219"]
Pilihan Redaksi
IndexIndosat Gandeng Nokia dan NVIDIA Kembangkan Jaringan 5G Terintegrasi AI
Inovasi AI SATSPAM Indosat Jadi Studi Kasus London Business School
Sengketa Informasi Disdik Riau Selesai Mediasi, Pemko Pekanbaru Lanjut Ajudikasi
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Sikapi Dinamika Nasional, SMSI Petakan Pengaruh Politik dan Alur Informasi Negara
Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:02:50 Wib Umum
Pemko Pekanbaru Perkuat Fungsi PPID Guna Optimalkan Layanan Keterbukaan Informasi Publik
Kamis, 11 Juni 2026 - 22:28:24 Wib Umum
APBN Mei 2026 Defisit Rp180,4 Triliun, Menkeu Tegaskan Kondisi Masih Aman
Senin, 08 Juni 2026 - 15:38:28 Wib Umum
Pimpinan DPR dan Pemerintah Sepakati Langkah Strategis Penguatan Tata Kelola Ekonomi Nasional
Senin, 08 Juni 2026 - 13:28:35 Wib Umum