PEKANBARU (RiauInfo) - Isu SMS maut bertambah heboh saja. Kali ini Zahara (25) PNS asal Siak yang sedang mengikuti Latihan Pra Jabatan di Pusat Diklat Kepegawaian Riau Jalan Ronggowarsito Pekanbaru mengaku jadi korban SMS maut itu. Namun dari pengakuannya itu banyak hal-hal yang dinilai sangat janggal.
Ketika sejumlah wartawan mendatangi kediamannya Jumat (9/5), Sahara tidak bisa membuktikan ceritanya itu dengan menunjukkan barang bukti berupa ponsel yang menurut pengakuannya mendapatkan SMS maut tersebut. Sebab menurut dia, ponselnya itu telah dibuang ibunya entah kemana.
Zahara menceritakan, peristiwa itu bermula saat dia sedang istirahat di tempat kosnya. Waktu itu dia menerima SMS yang nomornya berwarna merah. Saat SMS dibuka, seluruh tubuhnya terasa disengat aliran listrik sehingga membuatnya pingsan.
Melihat itu, ibunya segera mengambil ponsel tersebut dan membuangnya di tempat sampah. Anehnya, saat Zahara memegang ponsel itu tubuhnya disengat aliran listrik, tapi kenapa ketika ibunya mengambil dan membuang ponsel itu, tidak ikut tersengat listrik?
Cerita Zahara ini menimbulkan keraguan banyak warga. Karena itu, agar warga tidak terlanjur bertambah resah, pihak kepolisian diminta turun tangan untuk memeriksa Zahara. "Polisi harus memeriksanya, apa benar ceritanya atau sekedar pura-pura saja," ungkap Dedy, salah seorang warga Gobah.
Polisi harus bisa mendapatkan ponsel Zahara yang katanya sudah dihilang itu. Sebab hanya melalui ponsel itulah dapat dibuktikan apakah Zahara bercerita benar atau sekedar bual belaka. "Jika memang Zahara bohong, harus diberi sanksi hukum. Karena ulahnya itu telah membuat orang jadi tambah resah," ujarnya.(Ad)Polisi Harus Periksa Kebenaran Cerita Zahara
Kiki
Jumat, 09 Mei 2008 - 15:50:16 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Isu SMS maut bertambah heboh saja. Kali ini Zahara (25) PNS asal Siak yang sedang mengikuti Latihan Pra Jabatan di Pusat Diklat Kepegawaian Riau Jalan Ronggowarsito Pekanbaru mengaku jadi korban SMS maut itu. Namun dari pengakuannya itu banyak hal-hal yang dinilai sangat janggal.
Ketika sejumlah wartawan mendatangi kediamannya Jumat (9/5), Sahara tidak bisa membuktikan ceritanya itu dengan menunjukkan barang bukti berupa ponsel yang menurut pengakuannya mendapatkan SMS maut tersebut. Sebab menurut dia, ponselnya itu telah dibuang ibunya entah kemana.
Zahara menceritakan, peristiwa itu bermula saat dia sedang istirahat di tempat kosnya. Waktu itu dia menerima SMS yang nomornya berwarna merah. Saat SMS dibuka, seluruh tubuhnya terasa disengat aliran listrik sehingga membuatnya pingsan.
Melihat itu, ibunya segera mengambil ponsel tersebut dan membuangnya di tempat sampah. Anehnya, saat Zahara memegang ponsel itu tubuhnya disengat aliran listrik, tapi kenapa ketika ibunya mengambil dan membuang ponsel itu, tidak ikut tersengat listrik?
Cerita Zahara ini menimbulkan keraguan banyak warga. Karena itu, agar warga tidak terlanjur bertambah resah, pihak kepolisian diminta turun tangan untuk memeriksa Zahara. "Polisi harus memeriksanya, apa benar ceritanya atau sekedar pura-pura saja," ungkap Dedy, salah seorang warga Gobah.
Polisi harus bisa mendapatkan ponsel Zahara yang katanya sudah dihilang itu. Sebab hanya melalui ponsel itulah dapat dibuktikan apakah Zahara bercerita benar atau sekedar bual belaka. "Jika memang Zahara bohong, harus diberi sanksi hukum. Karena ulahnya itu telah membuat orang jadi tambah resah," ujarnya.(Ad)Pilihan Redaksi
IndexZufra Irwan Ingatkan Wartawan PWI Riau: Jangan Gadaikan Integritas Demi THR Sesaat
Peran Vital Manajemen Keuangan dalam Mendorong Ekspansi dan Pertumbuhan Perusahaan
Retro Direvitalisasi: Estetika 90-an dan 2010-an pada Runway 2026
Investor Beralih ke Emas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Zufra Irwan Ingatkan Wartawan PWI Riau: Jangan Gadaikan Integritas Demi THR Sesaat
Jumat, 13 Maret 2026 - 11:05:51 Wib Umum
PWI Riau Gelar Buka Bersama Mitra, Perkuat Integritas Wartawan di Tengah Tantangan Industri Media
Selasa, 10 Maret 2026 - 23:46:00 Wib Umum
Akhmad Munir Terima Laporan Konkernas PWI 2026, Siap Sinkronisasi AD/ART Organisasi
Senin, 09 Maret 2026 - 14:07:00 Wib Umum
Hadapi Tantangan Pemilu, Guru Besar STIK Ingatkan Media Waspada Misinformasi dan AI
Ahad, 08 Maret 2026 - 14:32:24 Wib Umum