PEKANBARU (RiauInfo): Untuk memeriahkan HUT RI ke-63, perlombaan tradisional masih banyak digelar di sejumlah sudut kota Pekanbaru. Berbagai jenis lomba digelar dan tetap menarik perhatian dari masyarkat luas.
Seperti warga Perumahan Utama Permai, Simpangtiga, Pekanbaru, Minggu (17/8) sore mereka menggelat pertandingan sepabola dengan menggunakan bola terbuat dari buah kelapa. Permainan ini menjadi menarik perhatian orang karena tidak biasanya bola yang dimainkan terbuat dari buah kelapa.
Para pemain harus sedikit hati-hati dalam menggiring "bola'nya, karena tidak bisa ditendang seenaknya saja. Bisa-bisa kaki mereka malah cidera, mengingat buah kelapanya cukup berat dan keras. "Pungggung kaki saya sempat memerah saat menendang buah kelapa ini," ujar Risman (27) salah seorang pemain.
Beda pula di Mal SKS Pekanbaru. Pusat perbelanjaan terbesar di Riau ini menggelat permainan panjat pinang. Namun panjat pinang yang digelarnya berbeda dengan yang biasa digelar masyarakat. Disini peserta tidak perlu berusah payah memanjat batang pinang.
Kegiatan memanjat ini diganti dengan menjolok gelas plastik yang dikaitkan di payung batang pinang. Di dalam gelas itu terdapat kupon hadian yang akan dimiliki oleh peserta yang berhasil menjoloknya. "Kami menyediakan 63 kupon dejgan 63 hadiah menarik," ujar Publik Relation Mal SKA Pekanbaru, Elit Yuniza.
Sedangkan warga RW 1, Kelurahan Labuhbaru Timur, Kecamatan Tampan Pekanbaru menggelar lomba merayap di bawah tali. Bagaikan anggota TNI, peserta harus berhati-hati merayap melewati rintangan tali dan berusaha secepatnya keluar dari rintangan.
Peserta yang berhasil keluar yang pertama diberi hadiah menarik oleh panitia. "Selain lomba merayap bawah di bawah tali kali juga mengadakan lomba-lomba lainnya, seperti menangkap kodok, pacu goni, dan beberapa kegiatan lainnya," ungkap Rinta (33) salah seorang warga.
Lomba "tarompa panjang" atau bakiak juga banyak digelar di sejumlah tempat di Pekanbaru. Seperti warga di Jalan Kutilang Sakti, Kelurahan Simpangbaru, Kecamatan Tampan menggelar lomba bakian untuk kalangan ibu-ibu dan bapak-bapak. Suasana makin riang karena banyak peserta jatuh saat berusaha secepatnya mencapai garis finish.(Ad)Mulai dari Lomba "Tarompa Panjang" Sampai Panjat Pinang
Kiki
Selasa, 19 Agustus 2008 - 19:02:39 WIB
PEKANBARU (RiauInfo): Untuk memeriahkan HUT RI ke-63, perlombaan tradisional masih banyak digelar di sejumlah sudut kota Pekanbaru. Berbagai jenis lomba digelar dan tetap menarik perhatian dari masyarkat luas.
Seperti warga Perumahan Utama Permai, Simpangtiga, Pekanbaru, Minggu (17/8) sore mereka menggelat pertandingan sepabola dengan menggunakan bola terbuat dari buah kelapa. Permainan ini menjadi menarik perhatian orang karena tidak biasanya bola yang dimainkan terbuat dari buah kelapa.
Para pemain harus sedikit hati-hati dalam menggiring "bola'nya, karena tidak bisa ditendang seenaknya saja. Bisa-bisa kaki mereka malah cidera, mengingat buah kelapanya cukup berat dan keras. "Pungggung kaki saya sempat memerah saat menendang buah kelapa ini," ujar Risman (27) salah seorang pemain.
Beda pula di Mal SKS Pekanbaru. Pusat perbelanjaan terbesar di Riau ini menggelat permainan panjat pinang. Namun panjat pinang yang digelarnya berbeda dengan yang biasa digelar masyarakat. Disini peserta tidak perlu berusah payah memanjat batang pinang.
Kegiatan memanjat ini diganti dengan menjolok gelas plastik yang dikaitkan di payung batang pinang. Di dalam gelas itu terdapat kupon hadian yang akan dimiliki oleh peserta yang berhasil menjoloknya. "Kami menyediakan 63 kupon dejgan 63 hadiah menarik," ujar Publik Relation Mal SKA Pekanbaru, Elit Yuniza.
Sedangkan warga RW 1, Kelurahan Labuhbaru Timur, Kecamatan Tampan Pekanbaru menggelar lomba merayap di bawah tali. Bagaikan anggota TNI, peserta harus berhati-hati merayap melewati rintangan tali dan berusaha secepatnya keluar dari rintangan.
Peserta yang berhasil keluar yang pertama diberi hadiah menarik oleh panitia. "Selain lomba merayap bawah di bawah tali kali juga mengadakan lomba-lomba lainnya, seperti menangkap kodok, pacu goni, dan beberapa kegiatan lainnya," ungkap Rinta (33) salah seorang warga.
Lomba "tarompa panjang" atau bakiak juga banyak digelar di sejumlah tempat di Pekanbaru. Seperti warga di Jalan Kutilang Sakti, Kelurahan Simpangbaru, Kecamatan Tampan menggelar lomba bakian untuk kalangan ibu-ibu dan bapak-bapak. Suasana makin riang karena banyak peserta jatuh saat berusaha secepatnya mencapai garis finish.(Ad)Pilihan Redaksi
IndexZufra Irwan Ingatkan Wartawan PWI Riau: Jangan Gadaikan Integritas Demi THR Sesaat
Peran Vital Manajemen Keuangan dalam Mendorong Ekspansi dan Pertumbuhan Perusahaan
Retro Direvitalisasi: Estetika 90-an dan 2010-an pada Runway 2026
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Zufra Irwan Ingatkan Wartawan PWI Riau: Jangan Gadaikan Integritas Demi THR Sesaat
Jumat, 13 Maret 2026 - 11:05:51 Wib Umum
PWI Riau Gelar Buka Bersama Mitra, Perkuat Integritas Wartawan di Tengah Tantangan Industri Media
Selasa, 10 Maret 2026 - 23:46:00 Wib Umum
Akhmad Munir Terima Laporan Konkernas PWI 2026, Siap Sinkronisasi AD/ART Organisasi
Senin, 09 Maret 2026 - 14:07:00 Wib Umum
Hadapi Tantangan Pemilu, Guru Besar STIK Ingatkan Media Waspada Misinformasi dan AI
Ahad, 08 Maret 2026 - 14:32:24 Wib Umum