"Selagi RAL perusahaan itu memiliki prospek usaha yang bagus dan ditunjang dengan manajemen yang sehat, maka kami akan memberikan pinjangan yang disesuaikan," ungkap Direktur Utama Bank Riau Erzzon kepada wartawan di Pekanbaru.
Dia mengatakan pihaknya memang belum dapat memastikan apakah pinjaman itu akan diberikan karena baru pertama membahas masalah ini bersama dengan jajaran RAL. "Kita telah minta kepada mereka untuk melengkapi laporan cashflow dan laporan prospek usaha," ungkapnya.
Semua syarat-syarat itu akan kami teliti lagi dan akan menjadi pertimbangan untuk memberikan kredit," ungkap Erzon lagi. Untuk menentukan kebijakan pemberian kredit sebesar Rp 5 miliar, pihaknya telah membuat komite kredit yang diketuainya.
Dia menyebutkan karena Bank Riau dan RAL pemegang saham mayoritasnya Pemprov Riau, maka kreditnya dibatasi 10 persen dari total modal. Jika tidak, maksimal kredit 20 persen. "Saat ini total modal kita mencapai Rp1 triliun, jika digunakan aturan itu maka kita bisa berikan kredit maksimal kepada RAL hingga Rp 100 miliar," tambahnya.(ad)
RAL Gandeng Bank Riau Untuk Beli Armada
Kiki
Jumat, 22 Mei 2009 - 02:55:10 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Manajemen maskapai penerbangan Riau Airlines (RAL) akan menggandeng Bank Riau sebagai penyandang dana guna membelu armada baru. Pihak Bank Riau sendiri menyambut positif keinginan dari pihak RAL tersebut.
Pilihan Redaksi
IndexSMSI Riau Bongkar Strategi Bertahan Media di Era AI dan Media Sosial
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Kamis, 18 Juni 2026 - 09:59:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Selasa, 16 Juni 2026 - 12:13:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Indosat Gandeng Nokia dan NVIDIA Kembangkan Jaringan 5G Terintegrasi AI
Rabu, 10 Juni 2026 - 13:18:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Inovasi AI SATSPAM Indosat Jadi Studi Kasus London Business School
Selasa, 09 Juni 2026 - 23:00:00 Wib Ekonomi & Bisnis