"Karena padatnya jadwal penerbangan bandara King Abdul Aziz di Jeddah, maka Depag memprediksi akan terjadi pengunduran jadwal pemulangan jamaah haji Indonesia. Depag menilai sedikitnya ada 24 kloter akan mengalami penundaaan. Paling lama hanya 24 jam penundaan dari jadwal yang direncankan semula,"ungkap Kabid Haji Kanwil Depag Riau Jalaluddin kepada RiauInfo, Kamis (26/11/09) di Pekanbaru.
Menurut Jalaluddin, Depag telah menjadwalkan pemulangan jamaah haji Indonesia dimulai pada 3 Desember 2009 mendatang. Namun dari 24 kloter yang diperkirakan adanya keterlambatan pemulangan dinilai tidak akan terjadi untuk kloter wilayah Riau melalui Embarkasi Batam tersebut.
"Kita juga sedang menunggu jadwal pengunduran tersebut dari Depag pusat. Jika ada perubahan jadwal terkait kloter mana yang mengalami penundaan, akan kita umumkan nantinya,"ungkap Jalaluddin.(Surya)
PENERBANGAN BANDARA KING ABDUL AZIZ PADAT... Pemulangan 24 Kloter Haji Akan Tertunda Sehari
Kiki
Kamis, 26 November 2009 - 04:09:07 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Jadwal pemulangan jamaah haji diperkirakan akan mengalami pengunduran jadwal paling lama 1 X 24 jam. Sebanyak 24 kolter diperkirakan akan mengalami pengunduran jadwal pemulangan tersebut. Depag Kanwil Riau berharap tidak terjadi untuk kloter jamaah haji asal Riau.
Pilihan Redaksi
IndexSMSI Riau Bongkar Strategi Bertahan Media di Era AI dan Media Sosial
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Kamis, 18 Juni 2026 - 09:59:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Selasa, 16 Juni 2026 - 12:13:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Indosat Gandeng Nokia dan NVIDIA Kembangkan Jaringan 5G Terintegrasi AI
Rabu, 10 Juni 2026 - 13:18:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Inovasi AI SATSPAM Indosat Jadi Studi Kasus London Business School
Selasa, 09 Juni 2026 - 23:00:00 Wib Ekonomi & Bisnis