Demikian dikatakan Asisten III Bidang Administrasi Sekdako Pekanbaru, Zulkifli kepada wartawan. Setidaknya, lanjut Zulkifli, masing-masing satker memiliki dua tenaga akuntansi dan untuk tingkat kecamatan diperlukan seorang. Begitu juga halnya dengan tenaga komputer.
"Jika kita ingin pengelolaan keuangan bagus, maka tenaga akuntansi perlu ditambah. Sehingga upaya meraih penilaian Wajar Tanpa Pengecualiaan atau WTP lewat anggaran tidak mengalami kesulitan," katanya.
Namun kendala yang dihadapi selama ini, terang Zulkifli, pihaknya dibatasi jatah formasi yang ditetapkan pusat. Sehingga mau tidak mau, pihaknya harus bertahap membuka peluang tenaga ini.
"Untuk tahun 2009 lalu, kita buka peluang bagi sarjana akuntansi sebanyak enam orang dan diploma akuntansi 10 orang. Sedangkan sarjana komputer ada dua orang dan diploma komputer 12 orang," sebut Zulkifli.
Ditambahkan Zulkifli, pihaknya belum dapat memastikan berapa formasi yang akan diterima lewat penerimaan CPNS formasi 2010.(Surya/pde)
Pemko Butuh CPNS Tenaga Akuntan dan Komputer
Kiki
Rabu, 03 Maret 2010 - 10:03:12 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru hingga kini masih membutuhkan tenaga akuntansi dan komputer untuk setiap satuan kerja (satker) dan kecamatan. Peluang bekerja untuk tenaga teknis tersebut akan terbuka pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2010.
Pilihan Redaksi
IndexSMSI Riau Bongkar Strategi Bertahan Media di Era AI dan Media Sosial
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Kamis, 18 Juni 2026 - 09:59:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Selasa, 16 Juni 2026 - 12:13:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Indosat Gandeng Nokia dan NVIDIA Kembangkan Jaringan 5G Terintegrasi AI
Rabu, 10 Juni 2026 - 13:18:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Inovasi AI SATSPAM Indosat Jadi Studi Kasus London Business School
Selasa, 09 Juni 2026 - 23:00:00 Wib Ekonomi & Bisnis