Hal ini terungkap dari hasil pertemuan antara Bupati Inhil Indra M Adnan dengan pihak investor Malaysia pimpinan Mohd Badri di Pekanbaru beberapa hari lalu. Dalam pertemuan itu disebutkan Malaysia akan membangun energi listrik sampai tahun 2017 mendatang.
Untyuk tahap awalnya sudah disepakati pendirian sebuah perusahaan yang akan mengelola pembangunan pembangkit listrik itu bernama PT Moretek Indragiri dengan komposisi saham 70 persen Malaysia dan 20 persen Indonesia. Diperkirakan bulan Juni ini pembangunannya sudah bisa dimulai.
Kapasitas listrik pertama yang akan dibangun adalah sebesar 100 MW yang kemudian akan dilanjutkan lagi dengan kapasitas 2.400 MW, dan pada akhirnya nanti akan mencapai 5.400 MW dengan perkirakan biaya sebesar Rp78 triliun.
Listrik yang dihasilkan nanti akan dibagi dua, masing-masing sebesar 2.400 MW untuk Indonesia dan 3000 MW untuk Indonesia. "Kita berharap rencana ini akan segera terujud, karena listrik memang benar-benar kita butuhkan," ungkap Mohd Badri.(ad)
Malaysia Akan Bangun Pembangkit Listrik Berkekuatan 5.400 MW di Inhil
Kiki
Rabu, 31 Maret 2010 - 04:09:42 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Dalam waktu dekat ini investor asal Malaysia akan membangun pembangkit listrik berkekuatan 5.400 MW di Selensen, Indragiri Hilir (Inhil). Program kerjsama jangka panjang selama enam tahun itu akan dimulai pada bulan Juni mendatang.
Pilihan Redaksi
IndexSMSI Riau Bongkar Strategi Bertahan Media di Era AI dan Media Sosial
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Kamis, 18 Juni 2026 - 09:59:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Selasa, 16 Juni 2026 - 12:13:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Indosat Gandeng Nokia dan NVIDIA Kembangkan Jaringan 5G Terintegrasi AI
Rabu, 10 Juni 2026 - 13:18:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Inovasi AI SATSPAM Indosat Jadi Studi Kasus London Business School
Selasa, 09 Juni 2026 - 23:00:00 Wib Ekonomi & Bisnis