DARI PELATIHAN SERVIS PONSEL DI RUMBAI DAN RUMBAI PESISIR 20 Pemuda/i Ciptakan Kemandirian

572 views
PEKANBARU: Sebanyak 20 pemuda-pemudi putus sekolah di Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir kini punya ’’modal awal’’ untuk membuka usaha sendiri. Mereka baru saja menuntaskan pelatihan servis telepon selular (ponsel) yang berlangsung selama 10 hari di Politeknik Caltex Riau (PCR). Para peserta dilatih mengenai pengenalan komponen-komponen, peralatan servis, serta bagaimana membongkar-pasang ponsel.

Tidak hanya itu, mereka juga dibekali pendidikan tentang moral, etika bisnis, dan disiplin. ’’Pelatihan ini juga mendorong kami untuk menjaga moral, integritas, serta sikap disiplin terhadap diri pribadi dengan menumbuhkembangkan sikap bertanggung jawab guna menghadapi persaingan bisnis di lingkungan sekitar kami nanti,’’ ujar Muhammad Sukri, salah seorang peserta pelatihan. ’’Seusai pelatihan, kami mendapatkan tool kit (perlengkapan servis) yang dapat menjadi bekal kami ketika memulai bekerja nantinya.

Ungkapan senada juga disampaikan Umi Kalsum. ’’Kami berharap ada perhatian lanjutan dari Pemerintah dan Chevron terhadap pengembangan personal skill peserta pasca pelatihan,’’ ujarnya. Setelah pelatihan, peserta akan tetap dibantu pembimbingan oleh instruktur agar perkembangan peserta tetap terpantau, termasuk penambahan informasi mengenai perkembangan teknologi dunia ponsel itu sendiri.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh BPMIGAS-PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI), bekerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Rumbai Pesisir. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat melalui serta kemampuan menciptakan serta memafaatkan peluang-peluang usaha yang ada.
Pelatihan ini secara resmi ditutup oleh SekCam Rumbai Pesisir Dra.Hj. Seniwati Hais pada Senin lalu. Dia mengharapkan peserta mampu membaca peluang dari ilmu yang diperoleh selama pelatihan dan menjadikannya sebagai peluang yang positif sehingga bermanfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut juga ditekankan Amrisal Amir selaku perwakilan CPI. “Program ini berupaya mendorong peserta agar ulet dalam menciptakan peluang-peluang usaha baru sehingga kemandirian dapat terwujud”, katanya.(ad)

Posting Terkait