Dampak Avian Flu dan Asap Terhadap Kesehatan Anak

875 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Riau, 13 Agustus mendatang akan menaja Simposium Nasional Avian Flu, Asap dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Anak. Simposium direncanakan dibuka Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP di Mahligai Ballroom Hotel Aryaduta Pekanbaru. news1888

Menurut Ketua Panitia Simposium dr Elmi Ridar SpA kepada RiauInfo, Selasa (7/8), rangkaian kegiatan simposium didahului tiga jenis pelatihan selama dua hari, 11 dan 12 Agustus, masing-masing Pelatihan APRC (Advanced Pediatric Resucitation Course), Pelatihan Avian Flu pada Anak, dan Pelatihan Tuberkulosis pada Anak. Kegiatan ini dipusatkan di Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK-Unri). 

Dijelaskan, simposium yang ditaja bekerjasama dengan FK-Unri bersempena HUT Emas Provinsi Riau, diikuti oleh 400 tenaga kesehatan seluruh Indonesia, yang terdiri dari para dokter spesialis anak, dokter spesialis lainnya, dokter umum, paramedis anak, mahasiswa Fakultas Kedokteran, dan peminat berkompeten lainnya. Sedangkan pelatihan, masing-masing diikuti oleh 40 peserta. 

Selain membuka, kata dr Elmi, Gubernur Riau diharapkan tampil sebagai keynote speaker. “Prinsipnya beliau sudah setuju. Namun, di sela-sela kesibukan Pak Gubernur menyambut kunjungan Presiden SBY ke Riau, panitia simposium masih menunggu jadwal audiensi guna melaporkan persiapan teknis,” kata dokter subspesialis kanker dan darah anak ini.

Enam makalah lainnya yang akan dibahas dalam simposium tersebut adalah Peta Penyebarluasan Avian Flu, Pendekatan diagnostik Flu Burung pada Anak, Tatalaksana Flu Burung Terkini, Mekanisme Pertahanan dari Sistem Pernafasan, Batuk Kronik Berulang, dan Tatalaksana Kegawatan Saluran Nafas pada Anak.

Setakat ini, baik kuota 400 peserta simposium maupun 120 peserta pelatihan, telah peuh terisi. Bahkan, panitia dengan berat hati menolak beberapa peminat lainnya dari luar daerah akibat berbagai keterbatasan.

Sementara itu, Ketua IDAI Cabang Riau dr H Riswandi SpA MH mengatakan, bagi Riau sebagai tuan rumah, simposium ini merupakan momentum positif. Bukan saja untuk menambah pengalaman bagi organisasi, tetapi yang paling penting adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas dokter, paramedis, serta mahasiswa fakultas kedokteran di Riau. (Tony)

Posting Terkait