Dampak Asap, Semoga Industri Pariwisata Di Riau Tetap Tegar

1128 views

pacu jalur lagiJAKARTA (Riauinfo) – Terpaan asap yang menyelimuti sejumlah daerah di Sumatera, ternyata menimbulkan keprihatinan banyak pihak di tanah air. Pasalnya, akibat asap tak sedikit warga Kota Jambi, Palembang, Sungai Penuh, Pekanbaru dan lainnya, terpapar di rumah sakit akibat inpeksi saluran pernapasan atas, bahkan memakan korban jiwa di kalangan balita. Bandar Udara pun sering tidak bisa difungsikan akibat gangguan asap.

“Saya juga terus menerus berdoa agar Riau, khususnya Pekanbaru, dan daerah lainnya di Sumatera segera diguyur hujan. Jakarta kemarin, Kamis, sudah diguyur hujan. Mudah mudahan Sumatera segera menerima hujan juga …” tutur Esthi Rekho Astuty, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara ketika berbincang dengan wartawan di Jakarta, kemarin

Esthy mengaku punya kepentingan moral mendoakan hujan segera turun di Sumatera, khususnya Pekanbaru dan kota wisata lainnya di dataran Bukit Barisan itu. Menurut Esthy, Sumatera memikili sejumlah tempat wisata yang menarik dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara. Pekanbaru misalnya, selama ini dikenal sebagai kota wisata kuliner dan belanja. Pekanbaru dan Kampar, juga beberapa kota lainnya di Sumsel, Lampung, Sumbar serta Batam, tahun ini akan mengikuti seleksi kota kreatif di Solo. Batam, tetangga Pekanbaru juga menjadi pintu masuk utama Wisman

Jika gangguan asap terus menjadi masalah utama di daerah Sumatera, Esthi menilai, itu bisa menghambat laju pertumbuhan wisatawan dan menggganggu pencapaian target nasional . “Makanya saya rajin berdoa agar industri pariwisata di Riau dan kota lainnya di Sumatera bisa tetap tegar. “ ujar Esthi

Ketika ditanya, akibat gangguan asap di Sumatera jumlah kegiatan kepariwisataan di daerah Sumatera memang turun drastis. Itu, selain akibat hampir semua bandar udara di Sumatera tidak bisa difungsikan selama asap tebal, juga karena kegiatan perjalanan ke tempat-tempat wisata di Sumatera relatif terhenti sementara waktu. Banyak kegiatan jalan-jaan ke lokasi wisata di Sumatera beralih ke Jawa dan Bali. Warga Sumatera sendiri lebih memilih menghindari asap dan tinggal di rumah. Tetapi, semua itu bersifat sementara dan akan kembali normal setelah asap belalu. (Ami Herman)

Posting Terkait