Bupati Siak lantik 170 Kader Desa Siaga di Kecamatan Minas

679 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Sebanyak 170 orang kader penggerak dan pelaksana Desa Siaga di Kecamatan Minas dilantik oleh Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar tadi pagi di aula Kecamatan Minas. Hadir pada pelantikan ini Djati Sussetya, Manager External Affairs PT Chevron Pacific Indonesia, Muspida tingkat II, jajaran camat di Kabupaten Siak, tokoh masyarakat Minas, dan Tim Jhpiego yang melaksanakan dan memonitor program ini selama setahun.

Program ini merupakan bagian dari kerjasama PT Chevron Pacific Indonesia, Pemerintah Kabupaten Siak dan Jhpiego dalam Revitalisasi Desa Siaga. Tujuannya adalah mencapai Millenium Development Goals (MDGs), khususnya terkait Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Kecamatan Minas. Salah satu target dari program ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak, termasuk komplikasi kegawatdaruratan. Dengan adanya kader desa siaga ini, angka kematian ibu dan anak diharapkan bisa semakin berkurang.

Djati Sussetya dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini merupakan salah satu fokus program pemberdayaan masyarakat PT CPI di sekitar daerah operasi. Bentuk kemitraan antara PT CPI, Pemkab Siak dan Jhpiego ini merupakan bentuk kerja sama ideal yang akan dikembangkan di daerah lain. “Program ini berlangsung selama satu tahun. Apabila hasil evaluasi menyatakan berhasil, program ini akan dikembangkan di tahun mendatang,” lanjut Djati.

Bupati Siak Drs H. Syamsuar menyampaikan terima kasih kepada PT CPI yang telah ikut memperhatikan kesehatan masyarakat di wilayah operasi CPI. Diharapkan hal ini diikuti perusahaan lain karena masih banyak hal yang bisa dilakukan bersama untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bupati Siak juga memuji para kader yang telah menjalankan tugas dengan setia dan tanpa pamrih.

Ide awal program ini berangkat dari fakta tentang keterbatasan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di beberapa wilayah di Siak, khususnya ketika terjadi komplikasi persalinan. Kondisi tersebut berusaha diantisipasi melalui peningkatan kapasitas (capacity building) tenaga medis lokal maupun masyarakat agar risiko kematian dalam proses persalinan dapat diminimalisasi.

Jhpiego, lembaga nirlaba internasional di bidang kesehatan Ibu dan Anak yang merupakan salah satu mitra Kementerian Kesehatan RI akan berupaya mendorong terciptanya Desa Siaga KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) sehingga dapat menekan angka kematian ibu dan bayi selama maupun pasca proses persalinan.(ad/rls)

Posting Terkait