Bupati Bengkalis Himbau Generasi Muda Tionghoa Mau Menjadi TNI

BENGKALIS (RiauInfo) – Bupati H Syamsurizal sangat berharap agar generasi muda (GM) di Kabupaten Bengkalis, khususnya yang berasal dari ketununan etnis Tionghoa, ada yang mau menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Sebagai warga negara Indonesia (WNI), mereka juga berhak dan mempunyai kewajiban yang sama dalam pelaksanaan pembangunan serta membela dan mempertahankan bangsa dan negara ini. Begitu juga dalam menjadi anggota TNI,” ujar Syamsurizal kepada sejumlah wartawan.

Ditemui di kediaman resmi Bupati Wisma Daerah Sri Mahkota Bengkalis, Selasa (12/2), komentar dan harapan itu disampaikan Syamsurizal terkait dengan dibukanya kesempatan oleh Markas Besar (Mabes) TNI bagi WNI keturunan etnis Tionghoa yang ingin menjadi anggota TNI aktif.

Memang, belum lama ini, Kepala Dinas Penerangan Umum Mabes TNI Kolonel Ahmad Yani Basuki mengatakan TNI membuka pintu selebar-lebarnya bagi WNI keturunan etnis Tionghoa untuk mendaftar menjadi anggota TNI.
”Silakan saja. Tidak ada diskriminasi. Patokan kami, asalkan sudah menjadi warga negara Indonesia , siapa pun yang memenuhi syarat bisa diterima,’’ terang Ahmad Yani di Jakarta, Rabu (7/2) lalu.

Diakui Ahmad Yani, sekarang beberapa orang sudah bergabung dan aktif di dinas kemiliteran. ”Saya tidak menyebutkan namanya. Sebab, itu berarti kami nanti malah membeda-bedakan. Pokoknya ada dan boleh,” jawabnya saat ditanya identitas warga Tionghoa yang sudah menjadi prajurit aktif itu seperti dikutip sejumlah media massa.

Ditambahkan Ahmad Yani, TNI tidak pernah mempermasalahkan ras atau silsilah etnis seseorang. ”Suku Sunda, Jawa, Batak, atau Tionghoa sama saja. Asalkan berjiwa Pancasila dan setia dengan prinsip-prinsip negara kita, no problem.,” imbuhnya.

Masih menurut Perwira kelahiran Blitar, Jawa Timur ini, WNI keturunan etnis Tionghoa bisa masuk TNI dengan dua jalur. “Bisa lewat rekrutmen Akademi Militer, atau penerimaan PK (prajurit karir),”’ katanya.

Setelah diterima, lanjut Yani, prajurit itu bisa menempuh jenjang kepangkatan yang sama dengan prajurit lain. “Saat ini banyak dokter di TNI yang berasal dari WNI keturunan etnis Tionghoa. Bahkan ada yang sampai berpangkat Kolonel,” sambungnya.

Apakah ketika mereka mendaftar ada jaminan tidak akan terganjal saat pendaftaran? Ahmad Yani berani pasang badan. “Asalkan syaratnya lengkap dan lolos tes-tes yang dilaksanakan tim seleksi, pasti bisa diterima. Sekali lagi, tidak ada pertimbangan kesukuan,’’ katanya.(Ad)

 

Rizki: