Bos Judi Ngaku Setor ke Polisi Rp200 Juta per Bulan

PEKANBARU (RiauInfo) – Keterlibatan sejumlah oknum polisi dalam praktik perjuduan di Riau yang dijalankan Chandra Wijaya alias Acin akhirnya terbongkar juga. Acin mengaku setiap bulannya menyetorkan uangnya sebesar Rp200 juta kepada polisi sejak 2006 lalu. 

Berita ini menjadi headline Riau Mandiri edisi Rabu (7/1) berjudul “Polisi Disuap Rp200 Juta/Bulan“. Menurut harian ini, pengakuan Acin itu terungkap dalam kopian berita acara pemeriksaan (BAP) Acin yang beredar Selasa kemaren. BAP itu berisi keterangan Acin saat diperiksa Propam Polda Riau sebagai saksi kasus pelanggaran disiplin oleh Polri 27 Oktober lalu.

Berita yang sama juga jadi headline Rakyat Riau berjudul “Acin Akui Setir ke Polisi Rp200 Juta per Bulan“. Harian ini menyebutkan alasan Acin menyetorkan uang itu karena sudah menjadi rutinitas bulanannya. Dan bila ada yang menelponnya, Acin juga akan menyetornya jika yang menelepon dikenal dekat dan ada hubungan dengan pekerjaannya.

Kasus pria pendek yang nekat mencabuli atau menyetubuhi istri orang menjadi berita utamaPekanbaru MX hari ini. Dalam berita berjudul “Genjot Bini Orang, Pria ‘Semekot’Disel” disebutkan Yosiadi (31) warga Jalan Puyuh Pekanbaru yang bertubuh pendek, ditahan di Mapolsekta Sukajadi karena telah menyetubuhi istri orang beberapa kali.

Kecilnya DIPA yang diterima Riau masih menjadi berita utama Koran Riau hari ini. Harian ini menyebutkan Anggota DPRD Riau Mukti Sunjaya menilai kecilnya DIPA yang diterima Riau karena tokoh-tokoh Riau di pusat kurang berperan dalam melakukan lobi-lobi. Berita itu berjudul “Tokoh Riau di Pusat Tak Berperan“.

Media Riau juga mengangkat berita yang sama sebagai headlinenya berjudul “DIPA Riau Tak Maksimal“. Terkait hal itu Mukti minta Pemprov Riau melakukan evaluasi kenapa DIPA yang diperoleh Riau tak maksimal. Selain itu para tokoh Riau yang ada di Jakarta jangan pulang lagi ke Riau.

Sementara itu berita utama Pekanbaru Pos hari ini mengangkat aksi saling memblokir jalan antara ratusan warga dengan PT Riaupulp Selasa lalu. Pihak perusahaan melarang semua kendaraan melintasi Pos 8, sebaliknya warga dari empat desa juga memblokir jalan yang sama. Berita itu berjudul “Warga Blokir Jalan Riaupulp“.

Ribuan nasabah PT Sarijaya Permana Sekutitas Selasa kemran penik setelah Bursa Efek Jakarta secara tiba-tiba menghentikan sementara perdagangan efek perusahaan sekuritas papa atas itu. Berita tersebut jadi headline Tribun Pekanbaru berjudul “Ribuan Nasabah Cemas“.

Aksi tak berprikemanusiaan yang diperlihatkan Israel di Jalur Gaza masih menjadi headline Metro Riau hari ini. Kali ini harian ini dalam berita berjudul “Senjata Pembunuh Massal Disebar” menyebutkan pada hari ke-11 agresi Isrel itu, militernya menyebar senjata pembunuh massal kepada militan Palestina. Jejak uranium ditemukan dalam tubuh para korban.

Riau Pos juga mengangkat serangan Israe itu. Namun harian ini lebih tertarik pada kemarahan Ratu Jordania RAnia (38) terhadap aksi Israel tersebut. Ratu berwajah cantik itu menghimbau pertempuran di Gaza segera dihentikan karena paling buruk dari pelanggaran hak asasi manusia. Berita berjudul “Stop Pembantaian Sipil“.(Ad)

 

Rizki: