Bintan, Surga Pelancongan Wisatawan Mancanegara

Roosemary (40)  guru bahasa Indonesia di SMP KBRI Bangkok, Thailand menulis di buku tamu sebuah hotel di Lagoi, Bintan, Minggu lalu. “Ini kesempatan kedua saya liburan bersama keluarga di Bintan. Saya janji datang lagi tahun depan. Maklum,  Bintan surganya pelancongan. Panorama wisata baharinya cantik, keramahtamahan warga dan pelayanannya  memuaskan di hotel dan obyek wisata lainnya. Kami bangga Bintan. Wonderfull Indonesia!”

Bintan  terletak di Kepulauan Riau,  berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Itu yang membuat Bintan selalu ramai dikunjungi turis. Pada momen tertentu, seperti misalnya  tahun baru atau perayaan Imlek, berduyun duyun wisman meninggalkan hingar bingar kota Singapura, Australia  dan Tiongkok ke Bintan. Apa sebenarnya  yang mereka cari di Pulau Segantang Lada ini?

“Mereka memburu  suasana yang private, nyaman, dan aman. Memang,Bintan pas untuk itu. Wajar bila kami senang mereka ramai ramai ke Bintan. Kami service mereka, hibur dengan musik musik  etnik melayu,” cerita Bupati Bintan H Apri Sujadi, pekan lalu.

Bupati   mengingatkan  warganya agar memanfaatkan kedatangan wisman dengan menjual  beragam kuliner  higienis tapi berciri khas Bintan. “Mereka sudah terbiasa menikmati santapan berbasis daging, coba tawarkan menu seafood yang segar. Mereka  suka. Tawarkan pula  air kelapa muda, lalu temani mereka ngobrol sebentar agar muncul suasana familiar” ujar Bupati.

Ia juga minta  warganya tidak bersikap aji mumpung, lalu bertindak berlebihan kepada wisatawan. “Jika harga sebutir Kelapa muda Rp 7 ribu – Rp 10.000 misalnya, janganlah jual Rp 25 ribu. Itu mahal, wisatawan bisa  kapok nanti.  Jadikanlah mereka tamu kehormatan agar datang lagi dan datang lagi ke Bintan,” lanjut Bupati.

Tak anehlah jika  arus wisatawan  ke Bintan  akhirnya mengalir deras. Perbulan bisa sekitar 50 ribu wisman,  menginap 2 – 5 malam dan menghabiskan 5.00 – 1.500 dolar AS perorang. Bisa dimengerti jika APBD Bintan pun terdongkrak, lebih dari 50 persen bersumber dari sektor wisata. Kemenpar pun menargetkan tahun ini Bintan dikunjungi 500 ribu Wisman.

Menurut Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Bintan, Luki Zaiman Prawira rata rata pertahun wisman  ke Bintan melebihi  target Kemenpar  itu. Apalagi jika Bandara Bintan nanti sudah  bisa difungsikan  tahun 2018, jumlah wisman akan  lebih berlimpah.

Sambil menunggu rampungnya bandara, seluruh jajaran pemangku Kepariwisataan di Bintani  paham betul bagaimana membuat  wisman kangen ke Bintan. Begitu pula pelaku industri pariwisata makin kreatif menawarkan paket wisata bahari ke Singapura dan Kuala Lumpur.

Selain itu,  kata Luki Zaiman,   Bintan  rutin menggelar kalender acara yang tujuan utamanya menggaet sebanyak mungkin  wisatawan. Pekan lalu sudah di gelar festival tari dan musik.  Juga beragam kegiatan olahraga berkelas dunia seperti Tour de Bintan, Bintan Triathlon dan baru baru ini Bintan Iron Man. Semua  berhasil menyedot wisman dari Singapura, Malaysia, Thailand, Australia, Inggris, Amerika, Prancis dan lainnya termasuk  Tiongkok
Akibatnya seluruh 2.300 kamar hotel di Bintan full.

Bintan yang merayakan Hari Jadinya setiap 23 Februari dengan ragam even  menarik — sehingga menyita kunjungan pelancong — kini memiliki 41 hotel yang seluruh kamarnya bisa dibeli melalui jaringan online.  Sementara di Bandar Seri Bentan, ibukota Bintan sekarang, juga ditumbuhi banyak  toko sovenir dan oleh oleh khas Bintan  berupa abon ikan tenggiri, tuna, kerapu, juga  camilan lainnya. Jika musim durian tiba, durian Bintan laris di Singapura.

Bintan juga punya 8 pantai yang indah. Diantaranya Marjoly Beach Resort di KM 33 kawasan Gunung Kijang, dan  Pantai Trikora  di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang. Pantai Trikora  dulunya bekas pusat pertahanan wilayah terluar Indonesia.  Pantai ini menjadi  favorite wisatawan   karena keindahan  pantainya memanjang sejauh 25 km dan  posisinya saling berhubungan antara Pantai Trikora 1,2,3 dan 4.

Tanaman kelapa dalam dan nipa mendominasi pemandangan ke Pantai Trikora, kemudian perkampungan nelayan suku Bajau yang tertata apik. Suasananya memang  sangat tenang dan nyaman. Jalan raya poros Bintan-Tanjungpinang yang membentang mengikuti panjang pantai beraspal mulus dan lebar.

Umumnya turis ke Bintan  membawa perlengkapan  standar. Alat menyelam, snorkling dan diving. Jika tak bawa, jangan gusar. Banyak tempat penyewaan alat snorkling dan diving di Bintan. “Saya dan keluarga sudah menyelami alam bawah laut  pantai Trikora. Banyak spot yang unik. Spesies Ikan hiasnya juga beragam dan lucu lucu. Karang lautnya pun indah. Di tepi pantai banyak batu granit berukuran besar, bagus dijadilkan lokasi selfie,” tutur Roosemary yang diamini suaminya, seorang pria berpaspor Thailand. “Awal menyelam, tahun lalu, saya dipandu seorang nelayan tradisional warga Bajau. Dia menyelam sambil bawa senjata memanah  ikan.  Puas saya menyelam di perairan  ini. Airnya bening, arusnya tenang, dan ikannya banyak. Nelayan Bajau itu dapat 3 ekor  kakap. Kami makan siang di pantai dengan menu ikan bakar tangkapannya,” ungkap suami Roosemary, Worit Songklah.
Di Pantai Trikora juga banyak  pondok peristirahatan yang bisa disewa. Penjual kelapa muda, ikan segar seperti tongkol, layang, kembung, cumi cumi dan lobster kerap datang menawarkan jualannya. Mereka juga  menawarkan  sampan sewaan untuk ke pulau pulau tak berpenghuni, juga  siap antarkan wisman ke lokasi penyelaman terbaik.

Dan, sayang sekali Jika  ke Bintan tidak bikin foto foto kenangan di Lagoi. Pantainya  berpasir putih, ombaknya landai.  Lagoi  dilengkapi lapangan golf, volly dan areal berjemur di pantai. Permainan Banana Boating, payung selancar,jet sky dan snorkling kerap terlihat dilakoni wisatawan setiap hari mulai sore.

Untuk lebih menikmati pesona Lagoi, penulis pekan lalu memulainya dengan menyusuri Sungai Sebong, salah satu sungai di Lagoi. Menggunakan sampan sewaan dengan seorang pendayung dari kampung nelayan Bajau. Pemandangan yang tampak luar biasa indah. Hutan mangrove dengan batang bakaunya yang sudah tinggi tinggi, dan tanaman nipah yang subur. Nelayan sering memanfaatkan daun nipah untuk atap pondokan. Perairan Sungai Sebong sekitar 2 meter,  bening sekali. Kepingan uang logam yang dibuang, jatuhnya terlihat hingga ke dasar sungai. Ikan ikan baronang, katambak selebar tangan dan ketam tampak berlindung di balik akar bakau. Anak ikan julung julung serta merta berlompatan setiap  sampan melintasi air disekitarnya. “Aktor film Horrison Ford pernah kesini dan ambil banyak gambar khusus tentang hutan mangrove ini. Sepertinya dia suka obyek wisata ini,” cerita  nelayan itu.

Seusai menyusuri Sungai Sebong bersama nelayan bernama Syamsul Bachri itu,  saya menikmati makan siang, di sebuah kedai  tepi pantai Lagoi. Hanya nasi putih beralaskan daun pisang dengan lauk sepiring Gonggong lada hitam berkuah, tapi nikmatnya luar biasa.  Gonggong? Itu siput khas Bintan yang kaya gizi dan disebut sebut banyak karyawan hotel di Bintan, berkhasiat untuk stamina. Hahaha.

Begitulah Bintan yang unik itu. Anda tertarik  melancong  ke Bintan? Tersedia akses yang lancar ke pulau ini. Jika datang dari Jakarta misalnya, boleh terbang langsung ke Tanjungpinang, baru lanjutkan perjalanan dengan taxi ke Bintan. Banyak juga yang terbang ke Batam dulu, kemudian menggunakan speedboat dari pelabuhan feri Telaga Punggur selama 25 menit ke Tanjung Uban. Dari Tanjung Uban, beragam taxi — yang umumnya sedan mewah  ex Singapura — sudah menunggu, siap membawa Anda ke Bintan. Wisman dari Singapura atau dari Malaysia dan lainnya,  juga memasuki Bintan melalui bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang. (Herman Ami)

anthonyhr: