Besok, Dilepas Tim Ekspedisi Kebudayaan 4 Sungai Besar di Riau

729 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Universitas Riau, Yayasan Bandar Seni Raja Ali Haji, dan Gerakan Pencerahan Seni Budaya Melayu berencana melakukan Ekspedisi Kebudayaan 4 Sungai yang ada di Provinsi Riau yaitu Sungai Rokan, Sungai Siak, Sungai Kampar, dan Sungai Indragiri.

Tim ekspedisi ini Senin (21/1) besok sekitar pukul 08.00 Wib akan dilepas keberangkatannya di Kampus Unri Jalan Pattimura 9, Gobah Pekanbaru. Informasi tersebut diterima RiauInfo, Minggu (20/1) dari Ketua Tim Ekspedisi, Elmustian Rahman.

Ide kegiatan Ekspedisi 4 Sungai ini berawal dari dua permasalahan besar yaitu “Kurangnya data yang lengkap dan detail tentang khazanah kebudayaan Melayu” dan “Semakin terancamnya khazanah kebudayaan Melayu tradisional yang ada di kampung-kampung dan daerah terpencil”.

Maka dirasa perlu mengadakan pekerjaan-pekerjaan untuk membuat dokumentasi yang lengkap tentang khazanah kebudayaan Melayu tersebut. Mengapa harus melakukan penelusuran kebudayan 4 sungai? Karena hampir secara keseluruhan dari khazanah kebudayaan tradisional Melayu itu terdapat di kampung-kampung, di ladang-ladang, di rumah-rumah hunian yang terpencil yang ada di sepanjang rantau sungai.

Dengan menelusuri sungai tersebut maka pekerjaan mengumpulkan dokumentasi kebudayaan Melayu akan lebih mudah dan ter-cover secara menyeluruh. Ada beberapa permasalahan penting tentang khazanah kebudayaan Melayu yang ada saat ini yaitu:

1. Banyaknya kahazanah kebudayaan Melayu tersebut berada di pelosok-pelosok atau di tempat-tempat yang sulit terjangkau, sehingga kemungkinan ter-cover-nya atau terdokumentasikannya amat kecil, sedangkan apabila memang belum pernah tersentuh oleh para peneliti sebelumnya, dikhawatirkan akan hilang dan tidak akan pernah lagi diketahui untuk selamanya.

2. Banyaknya khazanah kebudayaan Melayu tersebut yang hilang, rusak, punah, diperjualbelikan, dicuri, dihancurkan dll. sehingga kejadian-kejadian dan kegiatan tersebut amat sangat merugikan mengurangi keseimbangan alam kebudayaan Melayu.

3. Faktor kemiskinan amat sangat berpengaruh terhadap pemeliharaan khazanah kebudayaan tersebut, maka seharusnya ada data tentang pemilik, kondisi dan keberadaan khazanah kebudayaan tersebut.

4. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memelihara khazanah kebudayaan yang dimilikinya.

Berkenaan dengan banyaknya khazanah kebudayaan Melayu yang saat ini hilang, rusak, terancam keberadaannya, tidak ter-cover, tersembunyi dan tidak terungkap ke permukaan, maka perlu dilakukan aksi berupa pekerjaan-pekerjaan pelestarian, inventory, dokumentasi dan kampanye untuk perlindungan. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

1. Penulisan dan pencatatan khazanah kebudayaan Melayu, dilakukan langsung oleh peneliti di lapangan, berupa catatan flsik, catatan usia, kepemilkan dan keistimewaan khazanah kebudayaan tersebut.

2. Rekam audio, merekam langsung suara-suara percakapan, nyanyian, musik, suara-suara alam, fauna dll., dengan menggunakan Digital Voice Recorder. Hasil rekaman suara tersebut amat sangat menentukan keabsahan dan otentiknya sebuah kahazanah penelitian, rekaman suara tersebut nantinya juga bisa dipakai sebagai ilustrasi pendamping data tulisan tentang kebudayaan, serta untuk berbagai keperluan lainnya.

3. Dokumentasi audio visual, pengambilan gambar citra bergerak dengan menggunakan kamera Video. Data film yang telah diambil di lapangan kemudian diolah di studio sehingga menjadi karya film dokumeter, digunakan sebagai media komuniksi yang efektif bagi penyebaran informasi kahazanah kebudayaan Melayu.

4. Penentuan titik-titik koordinat geografls, situs-situs, negeri-negeri dan kampung-kampung menggunakan GPS. Data ini amat sangat berguna untuk menentukan titik-titik koordinat situs yang akurat sehingga jelas letak posisinya di dalam peta.

5. Penulisan buku, adalah sebuah pekerjaan yang penting agar kazanah kebudayaan tersebut dpat dibaca dan dipelajari oleh berbagai kalangan. Buku yang telah ditulis tersebut dicetak dan didistribusikan sehingga sampai kepada beragam kalangan dengan harapan bahwa keberadaan kebudayaan Melayu diketahui dan kembali dikenal sehingga keberadaannya benar-benar eksis dan terpelihara melalui bantuan informasi buku.

6. Kampanye, pekerjaan menyebarluaskan informasi serta penyadaran bagi perlindungan khazanah kebudayaan Melayu kepada masyarakat luas agar kembali memiliki kesadaran melindungi dan melestarikan aset kebudayaan tradisional Melayu.

Pekerjaan-pekerjaan tersebut amat sangat penting dilakukan untuk menyadarkan dan memberikan pencerahan pada generasi penerus bangsa Melayu untuk bisa menumbuhkan kecintaan pada kebudayaan Melayu.(Ad)

 

Posting Terkait