Bengkalis Kirim 20 Dokter Umum untuk Jadi Dokter Spesialis

PEKANBARU (RiauInfo) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis telah mengirimkan sebanyak 26 dokter umum untuk program dokter spesialis. Langkah ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. 

“Pada tahap pertama sebanyak 20 dokter umum yang mendaftar di Univesritas Sriwijaya, Palembang , namun 16 orang dinyatakan lulus. Kemudian pada tahap kedua kita kembali mengiriman 10 orang untuk digemleng menjadi dokter spesialis,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan dan KB, Sulaiman Zakaria kepada sejumlah wartawan, belum lama ini.

Menurut Sekretaris Daerah Bengkalis ini, target pemkab Bengkalis kedepan untuk menjadikan Puskesmas Plus atau terpadu di setiap kecamatan. Keberadaan Puskesmas Plus ini, nantinya bisa menampung pasien-pasien yang akan mendapatkan rawat inap. Tentunya untuk mendukung program ini, setiap Puskesmas terpadu akan tersedia empat orang dokter spesialis. Dokter bedah, dokter anak, Kandungan dan Dalam.

”Ini adalah target kita, jadi ke depan masing-masing puskesmas akan dilengkapi dengan sejumlah saranan, rawat inap, gawat darurat dan semacamnya. Empat orang dokter besar itu akan kita tempatkan di sana, ini sejalan dengan program menteri kesehatan dalam upaya menjadikan puskesmas plus,” kata Sulaiman yang juga Sekda kabupaten Bengkalis.

Untuk tahap pertama kata Sulaiman, pihaknya akan menjadikan Puskesmas Selatbaru sebagai percontohan Puskesmas plus. Terkait hal itu, dia sudah meminta kepada kepala puskesmas Selatbaru untuk mengajukan permohonan sarana yang dibutuhkan. Semua ini kata Sualiman, dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Masyarakat yang jauh dari kota Bengkalis, tidak lagi berpayah-payah membawa orang sakit ke kota, tapi cukup ke kecamatan saja.

Untuk melengkapi sarana dan kebutuhan dokter spesialis di seluruh puskesmas memang bukan pekerjaan mudah. Dari peralatan medis misalnya, ianya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Sementara ketersediaan dokter spesialis itu sendiri, membutuhkan waktu yang lumayan lama.

Selain bekerja sama dengan pihak UNSRI, Pemkab juga menjalin kesepakatan dengan dokter yang dikuliahkan tersebut. Mereka diwajibkan menyelesaikan program studi spesialis yang diambil, jika tidak selesai atau DO, diwajibkan mengembalikan biaya yang sudah dikeluarkan pemkab Bengkalis sebesar 10 kali lipat. Tidak hanya itu, mereka juga diwajibkan mengabdi selama 10 tahun di Kabupaten Bengkalis.

“Selama 10 tahun mereka tidak boleh mengabdi di daerah lain, begitu perjanjiannya jika tidak mereka diwajibkan mengembalikan biaya yang sudah dikeluarkan oleh pemkab Bengkalis sebesar 10 kali lipat,” tegas mantan Kakan Depertemen Sosial ini.

Masih menurut Sulaiman, selain program menguliahkan sejumlah dokter, Pemkab juga sedang merancang program merekrut anak-anak yang kurang mampu tapi berprestasi, untuk kemudian dikuliyahlan ke sejumlah perguruan tinggi terkemuka. Anak-anak tersebut dikuliyahkan sesuai dengan kemampuan atau disiplin ilmu yang dikuasai.

Berbeda dari program-program sebelumnya, anak-anak yang akan ‘ditanggung’ kali ini adalah mereka yang benar-benar dari keluarga yang tidak mampu tapi berprestasi. “Kami sedang membicarakan hal ini dengan pak bupati, seleksinya akan sangat ketat karena kita tidak ingin anak-anak orang mampu yang ambil bagian dalam program ini. Silakan disampaikan apabila ada anak yang putus sekolah karena tidak mampu, tapi berprestasi,” himbaunya.(ad)

Rizki: