Batam Bali Jakarta Pintu Paling Utama Wisman Masuk Ke Indonesia

1044 views

menparJAKARTA (Riauinfo) – Dalam rangka meningkatkan jumlah wisman masuk ke Indonesia dan mengembangkan pasar di luarnegeri, pemerintah telah menetapkan strategi pemasaran DOT (Destinasi, Original Time) di tiga kota sebagai pintu paling utama bagi wisatawan asing masukke Indonesia, Ketiga kota itu adalah Great Bali, Great Jakarta dan Great Batam.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengemukakan itu dalam acara peringatan Hari Pariwisata dunia di Balirung Soesilo Soedarman, Kantor Menteri Pariwisata di jalan Merdeka Barat, Jakarta, Senin. “Strategi menetapkan ketiga kota itu sebagai pintu masuk paling utama bagi wisman, semata karena Indonesia ingin terus meningkatkan pelayanan bagi wistawan mancanegara. Seiring dengan itu pemerintah juga sedang gencar membuka pasar baru kepariwisataan di luarnegeri,” ujar Menpar Arief Yahya.

Diamenambahkan, Jakarta, Bali dan Batam sejauh ini telah memberikan kontribusi sebesar 90% dari total kunjungan wisman ke Indonesia. Kebanyakan wisman yang masuk ke Indonesia melalui ketiga pintu paling utama tersebut adalah dariSingapura, Malaysia, China, Australia dan Jepang. Kelima Negara asal wisman tersebut memberikan kontribusi sebesar 61% dari total jumlah wisman.

Selain menetapkan pintu masuk paling utama bagi wisman, Menpar menjelaskan, telah ditetapkan pula strategi promosi pariwisata Indonesia dengan menggunakan BAS (branding, advertising selling) dengan menggunakan porsi anggaran sebesar 50%, 30% dan 20%. Branding dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah, sedangkan advertising dilakukan pemerintah dan industri pariwisata, sedangkan selling sepenuhnya dilakukan oleh industri pariwisata.

Dalam acara peringatan Hari Pariwisata Dunia itu, Menpar juga mengajak semua pihak dan stakeholder pariwisata agar memaknai ajakan Sekjen UNWTO (United nation World Tourism Organization) untuk bekerjasama memaksimalkan potensi besar pariwisata Indonesia sebagai sektor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, mempromosikan pembangunan pariwisata berkelanjutan dank ehidupan yang bermartabat bagi semua.

Berkait dengan usaha meningkatkan laju pertumbuhan industry pariwisata di daerah, Menpar juga telah menerima komitmen dari 20 kabupaten/kota yang siap melakukan pembangunan destinasi pariwista berkelanjutan. Kemenpar mempasilitasi trainer GSTC untuk memberikan pelatihan kepada para kader daerah. Pelatihan berlangsung 2 Oktoberlalu dan akan berkahir 7 Oktobermendatang.

Dalam rangka Hari Pariwisata Dunia, Kemenpar juga bekerja sama denga Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) memberikan sertifikat kepada 40 asosiasi yang terkait usaha wisata dalam rangka mengkonsolidasi dukungan terhadap program Kementerian pariwisata. GIPI merupakan mitra pemerintah yang terbentuk atas dasar Undang Undang No 10 Tahun 2009. (Ami Herman)

Posting Terkait