Badan Ekonomi Kreatif Berkantor Di Café

1175 views

JAKARTA (RiauInfo) – Badan ekonomi kreatif (Bekraf) yang dibentuk Presiden Jokowi untuk memberdayakan potensi seni budaya Indonesia, ternyata hingga kini belum mempunyai kantor tetap. Akibatnya banyak pihak yang ingin berkunjung ke kantor Bekraf dan bersilaturahmi dengan Pimpinan Bekraf, Triawan Munaf, berkait dengan rencana kerjasama pementasan seni pertunjukan, musik dan pertunjukan kreatif lainnya, selalu kebingungan dan berujung gagal.

Harry, salah seorang pimpinan Bekraf ketika menghadiri jumpa pers Indonesia Creative Cities Conference di Balairung Soesilo Soedarman, gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, kemarin, mengakui jika Bekraf hingga tahun ini kesulitan menggelar acara-acara resmi di gedung khusus milik Bekraf karena Bekraf sendiri belum memiliki kantor tetap.

“Banyak pekerjaan rutin Bekraf sejauh ini kami kerjakan di café café sambil ngopi dan ngobrol bebas dengan mitra kerja. Hingga kini, meski usia Bekraf sudah hampir setahun, kami belum berani menjelaskan dimana kantor kami yang sebenarnya,” ujar Harry. “Sampai tahun 2016 pun kayaknya Bekraf belum akan mempunyai gedung kantor tetap. Akibatnya kami akan terus berkantor di café café. Tidak masalah“ ujarnya lagi.

Dampak pembentukan Bekraf, sekaligus mengubah stuktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi Kementerian Pariwisata. Sementara tugas rutin yang sebelumnya dipayungi Kemenparekraf kini menjadi tanggungjawab Badan Ekonomi Kreatif. Banyak juga pegawai negeri dan kontrak di lingkungan Direktorat Seni Pertunjukan dan Industri Musik dimutasi ke bagian lain, bahkan banyak yang masa kontrak kerjanya diputus. Direktur Seni Pertunjukan dan Industri Musik, Juju Masunah, juga kembali ke instansi awalnya sebagai pengajar di Universitas Pendidikan Bandung.

Parahnya, kata beberapa pejabat di Kemenpar, kegiatan festival seni pertunjukan yang rutin digelar setiap tahun oleh Bagian Seni Pertunjukan dan Industri Musik kini ditiadakan dan diharapkan nanti dilanjutkan oleh Bekraf. Begitu juga lomba menyanyi dan festival lagu anak anak diserahkan ke Bekraf.

Tetapi sejak berdirinya Bekraf hingga kini belum pernah Bekraf menggelar kegiatan seni pertunjukan yang melibatkan para seniman dari berbagai daerah. Awalnya bagian Seni Pertunjukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif rutin menggelar festival seni pertunjukan dan lagu anak di Jakarta. Beragam sanggar seni pertunjukan dari Riau juga sering menjuarai festival seni pertunjukan di Jakarta.

Dengan kondisi Bekraf sekarang, banyak kalangan bertanya, sejauh mana kontrol Presiden Jokowi kepada Bekraf, sebuah lembaga yang diharapkan dapat memberdayakan secara ekonomi potensi seni budaya Indonesia, ternyata belum bisa bekerja apa-apa, bahkan tidak punya kantor. Memprihatinkan sekali. (Ami Herman)

Posting Terkait