Api Revolusi Bela Negara Libatkan Tiga Provinsi

PEKANBARU (RiauInfo) – Perpindahan ibu kota negara Indonesia ke Bukittinggi Sumatera Barat dan sejarah perkembangannya menjadi sinopsis dari film kolosal semi dokumenter yang akan mulai diproduksi tahun ini. Selain melibatkan provinsi Sumbar, film ini juga melibatkan povinsi Riau dan Jambi.

Produser atau Co Sutradara Film “Api Revolusi Bela Negara”, Kamasudra Syafei mengatakan, pembuatan film Semi Dokumenter kolosal ini akan disponsori oleh tiga provinsi tersebut. Sekilas sinopsi film ini menceritakan tampuk kepemimpinan Pemerintah Indonesia dimandatkan kepada Syafrudin Prawiranegara, yang selanjutnya membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukit Tinggi Sumatera Barat.

Belanda menyerang daerah pelarian Syafrudi salah satu Riau, karena musuh mendapat informasi Syafrudin telah berada di daerah Rengat, Riau. Bahkan air Sungai Indragiri sampai menjadi busuk akibat begitu banyaknya warga terbunuh.

Menurut Syafei, lokasi syuting 22 persen akan dilakukan di Provinsi Riau. Sisanya akan dilakukan di Provinsi Sumatera Barat dan Jambi. Ini dilakukan menurut dari jalur pelarian Syafrudin Prawiranegara yang berpindah-pindah pada saat dikejar musuh.

Lokasi syuting di Provinsi Riau adalah di Bangkinang, Teratak Buluh, Rengat, Pekanbaru, kemudian perbatasan menuju Provinsi Jambi. Yang paling heroik dalam film ini adalah terjadinya pembantaian terhadap masyarakat di tepian Sungai Indragiri yang menelan korban sekitar 800 orang meninggal dunia.

Peristiwa tersebut akan diangkat unsur dramatisnya dalam film ini serta peristiwa ini juga akan difokuskan dalam syuting film ini nanti. Sedang salah satu referensi sumber ceritanya berasal dari saksi sejarah yang masih hidup saat ini diantaranya Himron Saheman.(Surya)

 

Rizki: