Anggota Paskhas Ambil Paksa Buah Sawit Milik KUD Binangun

851 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Kedatangan sekitar 10 orang anggota Paskhas TNI AU Pekanbaru berseragam lengkap dan menggunakan senjata laras panjang mengagetkan anggota KUD Binangun, Desa Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri. Menurut Ketua KUD Binangun Hadi Suwarni, anggota Paskhas itu langsung mengambil paksa 22 ton buah sawit milik KUD tersebut.

Berita ini menjadi headline Tribun Pekanbaru edisi Sabtu (9/2) berjudul “Mereka Rampas Sawit Kami“. Selain itu, mereka juga memaksa empat orang sopir truk membawa sawit-sawit itu untuk dijual ke daerah lain. Setelah dijual, sopir truk disuruh kembali lagi ke desa. Atas kejadian ini pihak KUD akan melaporkannya ke Polres Kampar.

Kasus kecelakaan maut yang merengut nyawa 1 orang warga Sumbar di Jalan Raya Pekanbaru-Minas menjadi berita utama Pekanbaru MX[b] hari ini. Dalam berita berjudul “1 Warga Sumbar Tewas, 4 Kritis” disebutkan tabrakan maut itu terjadi antara mobil Opel Blazer dengan mobil Daihatsu Xenia, Kamis (7/2) sekitar pulul 17.30 Wib.

Rencana pembangunan gedung 15 lantai oleh Bank Riau menjadi berita utama [b]Media Riau hari ini dengan judul “Bank Riau Bangun Gedung 15 Lantai” Harian ini menyebutkan gedung 15 lantai itu akan dibangun di lahan Balai Dang Merdu sekarang. Sedangkan gedung Balai Dang Merdu tersebut tidak akan dibongkar, malah dipercantik.

Berita berjudul “Chevron Ragukan Pemda Riau” jadi headline Riau Mandiri hari ini. Dalam berita ini disebutkan saat kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke PT CPI belum lama ini Gubernur Riau HM Rusli Zainal menyebutkan bahwa selama ini PT CPI enggan menjalin kerja sama dengan Pemda Riau. PT CPI juga tidak merelakan limbahnya untuk Pemda.

Berita yang sama juga jadi headline Riau Tribune dengan judul “Gubernur Geram pada PT CPI“,Pekanbaru Pos dengan judul “Gubri Kecewa pada Chevron”, dan Metro Riau dengan judul “Gubri Adukan CPI ke Wapres”. Peristiwa itu diungkapkan Sekdaprov Riau HR MAmbang Mit kepada wartawan Jumat (8/2) kemaren.

Sementara itu Riau Pos berita utamanya hari ini tentang kepastian tidak hadirnya Presiden SBY pada interpelasi DPR soal kasus Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) 12 Februari mendatang. Dalam berita berjudul “Presiden Mangkir Interpelasi” disebutkan SBY memilih menugaskan sejumlah menteri untuk mewakili pemerintah memberikan jawaban.(Ad)



Posting Terkait