NVIDIA Cetak Pendapatan US$96,2 Miliar, Ledakan AI Mendorong Bisnis Data Center

Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:33:55 WIB
Chief Executive Officer (CEO) sekaligus pendiri NVIDIA, Jensen Huang

PEKANBARU (RiauInfo) – NVIDIA Corporation membukukan pendapatan US$96,2 miliar pada kuartal II tahun fiskal 2027 yang berakhir 26 Juli 2026, melonjak 106 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang bisnis data center yang mencatat pendapatan US$89 miliar, naik 117 persen secara tahunan.

Kinerja keuangan NVIDIA diumumkan pada 26 Agustus 2026 dan menunjukkan kuatnya permintaan terhadap infrastruktur komputasi untuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pendapatan kuartal tersebut juga meningkat 18 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai US$81,6 miliar.

Laba bersih NVIDIA pada kuartal II fiskal 2027 mencapai US$59,7 miliar, naik 126 persen dibandingkan US$26,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham terdilusi berdasarkan standar GAAP mencapai US$2,46, dibandingkan US$1,08 setahun sebelumnya.

Permintaan Infrastruktur AI Terus Menguat

Pendapatan data center menjadi kontributor terbesar terhadap kinerja NVIDIA. Segmen tersebut menghasilkan US$89 miliar, naik 18 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan 117 persen dibandingkan kuartal II fiskal 2026.

Chief Executive Officer (CEO) sekaligus pendiri NVIDIA, Jensen Huang, mengatakan perkembangan AI telah memasuki fase penting karena teknologi tersebut mulai menghasilkan nilai ekonomi secara nyata. “AI has reached its inflection point. It’s doing useful work. Its tokens are productive and profitable. Now, compute is revenue,” kata Huang dalam pengumuman hasil keuangan NVIDIA.

Huang juga menilai permintaan terhadap komputasi AI terus meningkat seiring bertambahnya laboratorium AI, perusahaan rintisan, pengembangan model terbuka, serta penerapan physical AI. Menurut NVIDIA, pembangunan infrastruktur AI kini berlangsung secara luas di Amerika Serikat dan berbagai negara lainnya.

Kuatnya pertumbuhan data center juga terlihat dari ekspansi platform NVIDIA Vera Rubin. NVIDIA menyatakan platform tersebut telah memasuki produksi penuh, dengan sistem rak yang dijalankan sejumlah mitra seperti CoreWeave, Google Cloud, Microsoft Azure, Oracle Cloud Infrastructure, dan Nebius.

Proyeksi Pendapatan Tembus US$108 Miliar

Untuk kuartal III fiskal 2027, NVIDIA memproyeksikan pendapatan sekitar US$108 miliar, dengan kisaran plus atau minus 2 persen. Proyeksi tersebut tidak memasukkan pendapatan komputasi data center dari China.

Proyeksi US$108 miliar tersebut berada di atas sejumlah estimasi analis yang berada di kisaran US$104 miliar. Data pasar yang dihimpun sejumlah media juga menunjukkan proyeksi NVIDIA melampaui ekspektasi Wall Street, memperkuat perhatian investor terhadap keberlanjutan pertumbuhan AI.

NVIDIA memperkirakan margin kotor GAAP dan non-GAAP pada kuartal III fiskal 2027 sekitar 74 persen, lebih rendah dibandingkan 75 persen pada kuartal II. Perusahaan juga memperkirakan beban operasional GAAP sekitar US$9,2 miliar dan non-GAAP sekitar US$9 miliar.

Respons pasar terhadap laporan keuangan NVIDIA berlangsung dinamis. Saham NVIDIA sempat bergerak naik sekitar 4 persen dalam perdagangan setelah jam bursa setelah investor merespons positif prospek pertumbuhan perusahaan dan proyeksi pendapatan kuartal berikutnya.

Dampak Lebih Luas ke Infrastruktur dan Properti

Pertumbuhan NVIDIA tidak hanya relevan bagi investor saham teknologi. Ekspansi komputasi AI membutuhkan pembangunan dan peningkatan kapasitas data center, yang pada gilirannya berkaitan dengan kebutuhan listrik, lahan, jaringan fiber optic, sistem pendingin, konstruksi, serta berbagai fasilitas pendukung.

NVIDIA sendiri menyebut telah mengembangkan berbagai kemitraan dan infrastruktur untuk mendukung pembangunan AI dalam skala besar. Perusahaan juga mengumumkan kemitraan strategis dengan sejumlah institusi keuangan untuk membangun platform pembiayaan komputasi yang secara keseluruhan berpotensi memobilisasi lebih dari US$500 miliar modal pihak ketiga untuk pembangunan infrastruktur AI dari waktu ke waktu, dengan tetap bergantung pada kesepakatan definitif.

Dalam laporan kuartal II fiskal 2027, NVIDIA juga menyebut kerja sama dengan SB Energy untuk mengamankan kapasitas lahan, listrik, dan shell capacity di PORTS-Pike Technology Campus, Ohio. Fasilitas tersebut direncanakan menjadi lokasi untuk menampung komputasi NVIDIA.

Bagi sektor properti dan bisnis, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan AI dapat menciptakan kebutuhan baru di luar pusat teknologi. Kawasan yang memiliki akses terhadap listrik, jaringan telekomunikasi, lahan industri, air dan sistem pendingin berpotensi menjadi bagian penting dari ekosistem pembangunan data center, meskipun dampak terhadap setiap pasar tetap bergantung pada investasi dan proyek yang benar-benar direalisasikan.

Dengan pendapatan kuartal II mencapai US$96,2 miliar dan proyeksi kuartal III sebesar US$108 miliar, NVIDIA memberikan sinyal bahwa belanja infrastruktur AI masih menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan industri teknologi. Perkembangan tersebut sekaligus menjadi indikator penting bagi investor dan pelaku bisnis yang mengamati rantai pasok data center, energi, konstruksi, fiber optic, kawasan industri, dan properti pendukung AI.

Terkini