Cetak 1 Juta Talenta Digital Berbasis AI, Kemnaker Teken MoU Strategis Bersama Indosat dan Wadhwani Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:44:00 WIB
Perwakilan Kemnaker RI, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Wadhwani Foundation menunjukkan berkas Nota Kesepahaman (MoU) kolaborasi penguatan ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pelatihan kecerdasan artifisial (AI) serta digitalisasi di Jakarta, Selasa

JAKARTA (RiauInfo) – Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) berkolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) dan Wadhwani Foundation menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mencetak satu juta talenta digital dan 100 ribu wirausahawan berbasis teknologi di Indonesia. Langkah strategis ini dilakukan melalui penguatan ekosistem ketenagakerjaan nasional dengan mengintegrasikan platform kecerdasan artifisial (AI) guna mempercepat penyerapan tenaga kerja terampil di era digital.

Penandatanganan kerja sama berskala nasional tersebut secara resmi telah dilaksanakan pada 5 Mei 2026 lalu di Jakarta. Kolaborasi tripartit ini bertujuan untuk memperluas akses pelatihan AI, peningkatan keterampilan digital, serta pengembangan kewirausahaan bagi tenaga kerja Indonesia secara inklusif dan merata di berbagai daerah.

Melalui kesepakatan ini, program pelatihan teknologi mutakhir akan diintegrasikan langsung ke dalam ekosistem SIAPKerja milik Kemnaker RI. Implementasi program ke depan bakal diperluas secara masif melalui jaringan 24 Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah naungan pemerintah dengan memanfaatkan platform pembelajaran digital canggih.

Wadhwani Foundation mengintegrasikan dua platform AI andalannya, yakni JobReady dan Genie AI, ke dalam sistem SIAPKerja. Integrasi ini dirancang khusus untuk memperkuat kesiapan kerja para peserta melalui bimbingan karier (career guidance) yang lebih personal, modul pembelajaran adaptif berbasis AI, serta standarisasi kompetensi yang sesuai kebutuhan industri modern.

Program strategis ini juga menempatkan aspek inklusivitas sebagai salah satu pilar utama operasional. Ketiga instansi berkomitmen penuh menyediakan aksesibilitas serta akomodasi yang layak bagi tenaga kerja penyandang disabilitas di seluruh BLK, dengan modul pelatihan khusus yang dapat disesuaikan berdasarkan ragam disabilitas peserta.

Dalam pembagian peran, Indosat bertanggung jawab penuh atas penyediaan dukungan konektivitas, infrastruktur teknologi, serta pengembangan kapasitas digital dan inkubasi bisnis bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dari tingkat pemula hingga lanjutan. Sementara itu, Wadhwani Foundation bertugas menyiapkan modul siap pakai (plug-and-play) yang adaptif, kurikulum, serta Learning Management System (LMS).

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menjelaskan bahwa pasar kerja saat ini mengalami disrupsi teknologi yang sangat cepat sehingga memicu kesenjangan kompetensi. Menurutnya, bonus demografi Indonesia harus diintervensi dengan tepat agar tidak menjadi beban sosial. "Kesepahaman bersama yang ditandatangani merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pendekatan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi," jelasnya.

President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mewujudkan demokratisasi AI di tanah air. Keterlibatan Indosat didorong oleh semangat untuk terus berevolusi meningkatkan pengalaman pelanggan dan mempererat hubungan bersama generasi muda Indonesia.

"Di Indosat, kami percaya teknologi harus terus berkembang untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat. AI bukan hanya tentang inovasi, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat membuka lebih banyak peluang, menghadirkan pengalaman yang lebih relevan, dan menciptakan manfaat nyata bagi pelanggan serta generasi muda Indonesia. Semangat #LebihBaikIndosat mendorong kami," ujar Vikram Sinha.

Selaras dengan hal itu, President Wadhwani Entrepreneurship, Meetul B. Patel, menekankan pentingnya relevansi kurikulum pendidikan dengan kebutuhan nyata dunia usaha. "Dengan integrasi ke SIAPKerja dan dukungan 24 BLK Kemnaker, kami bisa menjangkau jutaan anak muda di seluruh penjuru Indonesia secara terukur. Keterampilan yang dilatih adalah keterampilan yang benar-benar dicari dunia industri saat ini, bukan tren kemarin," tegas Meetul.

Sebagai bentuk aksi cepat, kolaborasi ini langsung diimplementasikan melalui Workshop Kewirausahaan berbasis AI secara daring pada 10–14 Mei 2026. Agenda perdana tersebut sukses menjaring 8.744 peserta dari lebih dari 20 daerah di Indonesia, serta berhasil melahirkan lebih dari 1.200 ide usaha baru yang siap dikembangkan menjadi sektor bisnis berkelanjutan.

Dari hasil lokakarya tersebut, proyeksi menunjukkan akan tercipta sekitar 3.000 hingga 5.000 lapangan kerja baru dalam beberapa tahun ke depan. Di samping itu, penguatan kapasitas internal juga diberikan kepada pegawai Kemnaker RI, diikuti proses evaluasi berbasis data setiap enam bulan sekali sepanjang masa berlaku MoU dari tahun 2026 hingga 2029 mendatang.

 

Tags

Terkini