Perluas Peluang Magang ke Jepang, Kemnaker Jalin Kerja Sama dengan Prefektur Miyazaki

Selasa, 12 Mei 2026 | 21:46:13 WIB
Penandatanganan nota kerja sama mengenai pengembangan, pengiriman, dan penerimaan peserta Technical Intern Training Program (TITP) oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi bersama Gubernur Prefektur Miyazaki Shunji Kono di Ruang Serbaguna Kemnaker,

JAKARTA (RiauInfo) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi memperluas jangkauan peluang penempatan magang teknis bagi tenaga kerja Indonesia ke Jepang melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Prefektur Miyazaki. Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus menjadi jembatan bagi pemuda Indonesia dalam menyerap keahlian teknis langsung dari industri di Negeri Sakura.

Langkah strategis tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan nota kerja sama mengenai pengembangan, pengiriman, dan penerimaan peserta Technical Intern Training Program (TITP). Prosesi ini dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi bersama Gubernur Prefektur Miyazaki Shunji Kono di Ruang Serbaguna Kemnaker, Jakarta, pada Selasa (12/5/2026).

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, dalam keterangannya menyebutkan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkokoh hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang. Fokus utama dari kemitraan ini adalah memberikan ruang lebih luas bagi tenaga kerja muda Indonesia untuk meningkatkan daya saing di kancah global.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Prefektur Miyazaki atas komitmennya dalam memperluas kerja sama ini, terutama dalam pengembangan SDM dan peningkatan kesempatan penempatan magang teknis Indonesia,” ujar Cris Kuntadi di sela-sela acara penandatanganan tersebut.

Ruang Lingkup dan Pengembangan Karier

Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup proses pelatihan, pengiriman, hingga penerimaan peserta magang teknis Indonesia secara resmi di wilayah Miyazaki. Selain aspek teknis pemberangkatan, kedua belah pihak berkomitmen untuk memperkuat pertukaran data serta informasi secara berkala demi menjaga transparansi dan keberlanjutan program.

Lebih jauh, Kemnaker kini tengah menyiapkan pengembangan sistem berbagi informasi yang komprehensif untuk memantau perkembangan peserta. Sistem ini dirancang bukan hanya untuk memantau saat mereka berada di Jepang, melainkan juga guna mendukung pengembangan karier para peserta setelah mereka menyelesaikan masa magang dan kembali ke tanah air.

Langkah ini dinilai sangat relevan mengingat Jepang saat ini tengah menghadapi tantangan demografi berupa penurunan jumlah penduduk. Prefektur Miyazaki menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan suplai tenaga kerja terampil guna menjaga stabilitas ekonomi dan operasional berbagai sektor industri utama di sana.

Mekanisme Pelatihan dan Job Matching

Untuk memastikan kualitas peserta, Cris menambahkan bahwa salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah pelaksanaan job matching. Mekanisme ini bertujuan untuk memastikan kompetensi yang dimiliki calon peserta magang benar-benar selaras dengan kebutuhan spesifik dari mitra industri yang ada di Prefektur Miyazaki.

Pemerintah juga telah menyiagakan berbagai balai pelatihan, baik milik pemerintah maupun swasta yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Balai-balai ini berfungsi sebagai pusat pelatihan prapenempatan agar para peserta memiliki kesiapan mental, penguasaan bahasa, serta keahlian teknis yang matang sebelum diberangkatkan.

Berdasarkan data internal Kemnaker, tren penempatan magang ke Jepang menunjukkan grafik yang sangat positif. Sepanjang tahun 2025, total penempatan peserta magang teknis Indonesia ke Jepang mencapai angka 19.332 orang, yang membuktikan tingginya minat tenaga kerja lokal untuk menimba pengalaman di luar negeri.

Tren Peningkatan Peserta Magang

Memasuki tahun 2026, antusiasme tersebut tetap terjaga dengan capaian yang signifikan. Hingga Mei 2026, jumlah peserta yang telah diberangkatkan tercatat sudah mencapai 18.316 orang, menunjukkan bahwa target penempatan tetap berada pada jalur yang tinggi pada periode awal tahun berjalan ini.

Secara khusus di Prefektur Miyazaki, keberadaan peserta magang asal Indonesia juga mengalami peningkatan yang menggembirakan. Jika pada tahun 2025 tercatat sebanyak 243 orang, pada tahun 2026 ini jumlahnya naik menjadi 285 orang peserta yang aktif berkontribusi di berbagai bidang.

Gubernur Prefektur Miyazaki, Shunji Kono, menyambut hangat kerja sama ini dan menegaskan pentingnya peran tenaga kerja Indonesia bagi wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa dukungan peserta magang asing sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan depopulasi yang sedang dialami oleh industri di Miyazaki.

“Keberadaan warga Indonesia telah memberikan kontribusi besar bagi sektor pertanian di Prefektur Miyazaki. Kami melihat peluang bagi peserta magang Indonesia untuk berkiprah di lebih banyak sektor ke depannya,” pungkas Shunji Kono menutup pernyataannya.

 

Terkini