Kloter BTH 10 Tiba di Batam, Kakanwil Kemenhaj Riau Ingatkan Jemaah Waspadai Cuaca Ekstrem

Ahad, 03 Mei 2026 | 10:09:00 WIB
Jemaah Haji Kloter BTH 10 Tiba di Asrama Haji Batam, Kemenhaj Riau Imbau Jaga Kesehatan

BATAM (RiauInfo) – Sebanyak 425 jemaah haji asal Provinsi Riau yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 10 resmi tiba dan menjalani masa transit di Asrama Haji Embarkasi Batam pada Sabtu (2/5/2026). Sebagaimana dikutip dari laman parasriau.com, kedatangan rombongan ini merupakan bagian dari alur keberangkatan jemaah Riau menuju tanah suci melalui titik transit di Kepulauan Riau. 

Jemaah yang tiba pada kloter ini terdiri dari perwakilan dua daerah, yakni Kota Pekanbaru sebanyak 212 orang dan Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 213 orang. Seluruh jemaah akan beristirahat di asrama untuk memulihkan kondisi fisik sebelum bertolak menuju Baitullah. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau, Defizon, memaparkan data statistik keberangkatan hingga tanggal 1 Mei 2026. Tercatat, Provinsi Riau telah memberangkatkan total 3.096 orang, yang merupakan gabungan dari jemaah, petugas, dan pembimbing ibadah. 

Rincian Data Keberangkatan 

Komposisi tersebut mencakup 3.051 jemaah haji, didukung oleh 14 orang Petugas Haji Daerah (PHD) dan 3 orang pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Selain itu, terdapat 28 orang petugas haji kloter yang bertugas memastikan kelancaran operasional selama perjalanan. 

"Alhamdulillah, proses pemberangkatan jemaah haji Riau berjalan dengan lancar. Hari ini kita menyambut kedatangan Kloter BTH 10 di Asrama Haji Batam," ujar Defizon saat memberikan sambutan hangat kepada para jemaah asal Pekanbaru. 

Meski berjalan sesuai rencana, Defizon memberikan perhatian khusus kepada jemaah yang tergabung dalam kloter berikutnya, seperti BTH 11, BTH 12, dan BTH 18. Beliau meminta agar para jemaah senantiasa menjaga kesehatan dan mematangkan pemahaman manasik sebelum jadwal keberangkatan tiba. 

Kesehatan Menjadi Prioritas Utama 

Evaluasi kesehatan menjadi poin krusial dalam pemberangkatan tahun ini. Defizon mencatat bahwa dari beberapa kloter yang sudah diberangkatkan, hampir selalu ditemukan jemaah yang harus mendapatkan perawatan medis terlebih dahulu setibanya di Batam. 

Berdasarkan data terkini, masih terdapat 7 orang jemaah dan 6 orang pendamping yang menjalani perawatan di Batam. Kondisi ini menuntut perhatian ekstra dari tim kesehatan untuk memastikan mereka layak terbang pada kesempatan berikutnya.
"Kami berharap pada kloter berikutnya tidak ada lagi jemaah yang harus dirawat. Mudah-mudahan jemaah yang saat ini dirawat segera pulih dan insyaallah dapat diberangkatkan pada kloter berikutnya," harap Defizon optimis. 

Mengingatkan Cuaca Ekstrem di Arab Saudi 

Bagi jemaah yang saat ini sudah berada di Madinah, Defizon mengingatkan agar tetap disiplin menjaga kondisi tubuh. Hal ini sangat penting mengingat laporan suhu udara di Arab Saudi yang mencapai angka cukup ekstrem, yakni berkisar antara 40 hingga 47 derajat Celsius. 

Kondisi panas yang menyengat tersebut berisiko bagi kesehatan jika jemaah terlalu sering beraktivitas di luar ruangan tanpa keperluan mendesak. Koordinasi antar jemaah dan petugas di tanah suci terus diperkuat guna meminimalisir risiko kesehatan akibat cuaca tersebut. 

Pihak Kanwil Kemenhaj Riau mengimbau agar jemaah mengutamakan fokus ibadah dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Keselamatan dan kebugaran jemaah menjadi kunci utama dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sempurna.
"Jemaah diharapkan tetap berada di dalam hotel jika tidak ada keperluan penting, guna menghindari dampak buruk dari suhu panas yang tinggi," pungkas Defizon mengakhiri penjelasannya kepada para wartawan. 

 

Terkini