Oleh: Meisha Widarti, Manajemen Bisnis Syariah, Universitas Tazkia
Analisis dan pemilihan strategi bertujuan untuk menentukan alternatif tindakan yang paling memungkinkan perusahaan mencapai misi dan tujuannya. Proses ini melibatkan pengambilan keputusan subjektif berdasarkan informasi yang objektif. Dalam dunia bisnis yang bergerak secepat kilat, memiliki data saja tidak cukup. Banyak perusahaan yang punya segudang laporan, tapi bingung mau melangkah ke mana. Nah, di sinilah Analisis dan Pilihan Strategi menjadi jembatan penting yang dapat mengubah tumpukan data menjadi keputusan nyata yang menentukan hidup mati perusahaan.
Untuk menghindari keputusan yang hanya berdasarkan "feeling", perusahaan bisa menggunakan kerangka kerja tiga tahap, diantaranya:
• Tahap I: Input (Pengumpulan Bahan Baku)
Tahap ini menggunakan alat seperti
1) Matriks EFE (External Factor Evaluation)
Memetakan kekuatan dan kelemahan yang ada di dalam suatu perusahaan
2) IFE (Internal Factor Evaluation)
Memantau peluang dan ancaman dari lingkungan luar
3) CPMatrix (Competitive Profile Matrix
Menilai posisi strategis perusahaan tersebut dibandingkan dengan pesaing utama di pasar.
• Tahap II: Pencocokan (Mencari Peluang Emas)
Di tahap inilah strategi itu muncul. Perusahaan tidak hanya sekedar melihat data, melainkan mencocokkan apa yang perusahaan tersebut miliki dengan apa yang terjadi di luar untuk menciptakan arah baru.
1) Matriks SWOT: Empat Arah Strategi
a. Strategi SO: Gunakan kekuatan internal yang dimiliki secara maksimal untuk meraih peluang dari luar.
b. Strategi WO: Atasi kelemahan internal dengan memanfaatkan peluang eksternal
c. Strategi ST: Gunakan kekuatan untuk mengindari atau mengurangi dampak ancaman dari luar
d. Strategi WT: Kurangi kelemahan internal dan hindari ancaman lingkungan
2) Matriks Space: Menemukan Postur Perusahaan Anda
a. Konservatif: Stabil secara finansial, tapi pertumbuhan pasar rendah
b. Agresif: Dominan di industri yang menarik
c. Defenif: Posisi lemah di industri yang sulit. Fokus pada perbaikan/bertahan.
d. Kompetitif: Bersaing kuat di industri yang bergejolak/tidak stabil
3) Matriks BCG: Mengelola Portofolio Divisi
a. Stars (Bintang): Ini merupakan kondisi ideal. Produk atau unit bisnis anda punya pangsa pasar yang besar di pasar yang pertumbuhannya juga sangat cepat.
b. Question Marks (Tanda Tanya): Pasar nya tumbuh dengan cepat tapi pangsa pasar anda masih kecil
c. Cash Cow (Sapi Perah): Pertumbuhan pasarnya sudah lambat (sudah jenuh), tapi anda merupakan penguasa di situ.
d. Dogs (Anjing): Posisi ini merupakan posisi yang menyedihkan. Pangsa pasar anda kecil, dan pasarnya pun sudah tidak tumbuh lagi (menurun)
Sederhananya, anda pakai uang dari Sapi Perah untuk ngurusin Tanda Tanya supaya bisa jadi Bintang. Dan sebisa mungkin, jauh-jauh deh dari si Anjing.
• Tahap III: Keputusan Akhir (Menyaring yang Terbaik)
Setelah tahap II menghasilkan alternatif strategi yang menarik, bagaimana kita memilih satu yang terbaik secara objektif, logis, dan tanpa bias personal? Keputusan akhir berperan sebagai penyaring untuk menentukan mana yang benar-benar jadi prioritas. Alat utama yang digunakan di tahap ini adalah QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). QSPM adalah satu-satunya alat dalam manajemen strategis yang menggunakan analisis objektif untuk memutuskan strategi mana yang paling layak dipilih. Cara kerja tahap keputusan (Langkah demi Langkah):
1.) Ambil factor kunci: Masukkan factor eksternal (peluang/ancaman) dan internal (kekuatan/kelemahan) yang sudah kita buat di tahap I ke dalam kolom kiri matriks QSPM
2.) Masukkan alternative strategi: Letakkan strategi-strategi yang muncul dari hasil analisis SWOT atau BCG di baris atas (misalnya: strategi A: Ekspansi ke luar negeri vs Strategi B: Akuisisi competitor local).
3.) Beri bobot: Setiap factor kunci diberi bobot (seberapa penting factor itu bagi industri).
4.) Tentukan skor daya tarik: Disinilah intinya. “Apakah factor kekuatan ini membuat strategi A lebih menarik daripada strategi B?” Kita beri nilai 1 (tidak menarik) sampai 4 (sangat menarik).
5.) Hitung total skor: Kalikan bobot dengan skor daya tarik. Strategi dengan total skor daya tarik tertinggi adalah pilihan yang secara objektif paling baik untuk diambil.
Sebuah proses sistematis untuk mengubah data internal dan eksternal menjadi keputusan nyata yang paling logis dan objektif bagi masa depan perusahaan. Melalui tahap input, pencocokan menggunakan berbagai matriks, hingga penyaringan akhir dengan QSPM, proses ini memastikan bahwa strategi yang dipilih bukan sekadar berdasarkan intuisi atau selera pimpinan, melainkan hasil dari penyelarasan yang matang antara kekuatan organisasi dengan peluang pasar yang ada, sambil tetap mempertimbangkan batasan sumber daya serta kesiapan budaya perusahaan.