Perkuat Ekonomi Digital, Kemnaker dan TikTok Indonesia Luncurkan Program BISA

Kamis, 16 April 2026 | 09:06:17 WIB
Program "Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok" (BISA Bareng TikTok) bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja di tengah pesatnya perubahan pola kerja digital.

JAKARTA (RiauInfo) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan TikTok Indonesia untuk mempercepat pengembangan talenta ekonomi digital nasional. Langkah ini diwujudkan melalui peluncuran program "Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok" (BISA Bareng TikTok) yang bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja di tengah pesatnya perubahan pola kerja digital.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menjelaskan bahwa kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama terkait pelaksanaan kegiatan upskill dan reskill. Pemerintah memandang kolaborasi ini sebagai tindakan nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan ekosistem ekonomi baru yang kini menjadi tulang punggung pertumbuhan nasional. 

Menurut data e-Conomy SEA, nilai ekonomi digital Indonesia diprediksi menyentuh angka hampir USD 100 miliar atau setara Rp1.656 triliun pada tahun 2025 mendatang. Angka fantastis ini menempatkan Indonesia sebagai pemain ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan sektor e-commerce sebagai motor penggerak utamanya. 

Transformasi Pola Kerja Digital 

Menaker Yassierli menekankan bahwa lonjakan nilai ekonomi tersebut telah mengubah wajah dunia kerja secara fundamental. Ruang digital tidak lagi sekadar tempat jual beli, namun telah bertransformasi menjadi ekosistem penciptaan lapangan kerja baru yang sangat terbuka bagi masyarakat luas, mulai dari reseller hingga affiliate marketer

"Perkembangan ekonomi digital membuka peluang penghasilan tambahan yang fleksibel melalui tren discovery commerce. Ini adalah ruang kerja baru yang harus kita sambut dengan kesiapan keterampilan yang memadai agar masyarakat bisa bersaing," ujar Yassierli saat membuka acara di Jakarta, Rabu (15/4/2026). 

Meskipun peluang terbuka lebar, tantangan besar masih membayangi, terutama terkait kesenjangan keterampilan digital. Banyak tenaga kerja yang dinilai belum menguasai strategi konten, teknik penjualan digital, hingga analisis pasar yang mendalam untuk dapat bertahan di ekosistem yang sangat dinamis ini. 

Pelatihan Praktis dan Relevan 

Program BISA Bareng TikTok hadir sebagai solusi praktis untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Pada tahap awal, sebanyak 1.400 peserta yang terdiri dari 400 peserta luring (offline) dan 1.000 peserta daring (online) mulai mengikuti pelatihan yang mencakup materi TikTok Live Streaming Host dan Content Commerce Talent Development. 

Para peserta berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari instruktur pemerintah, tim humas Kemnaker, pelaku UMKM, hingga pencari kerja. Pendekatan pelatihan dilakukan dengan metode workshop hands-on atau learning by doing, sehingga peserta bisa langsung mempraktikkan teori pembuatan konten dan strategi promosi. 

Menaker juga menaruh perhatian khusus pada para instruktur yang mengikuti paket pelatihan Training of Trainers (ToT). Para instruktur ini nantinya akan bertugas sebagai ujung tombak untuk menduplikasi pelatihan serupa di berbagai balai latihan di seluruh penjuru Indonesia. 

Target 100 Ribu Alumni 

Ambisi besar diusung dalam program ini, di mana Kemnaker menargetkan mampu melahirkan 100.000 alumni pelatihan dalam kurun waktu satu tahun. Yassierli berharap program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga menumbuhkan semangat kewirausahaan yang tangguh dan inklusif. 

"Tujuan akhir dari pelatihan ini adalah penyerapan tenaga kerja yang maksimal. Kita ingin menciptakan ekosistem digital yang tidak hanya besar secara pasar, tetapi juga memiliki tenaga kerja lokal yang unggul dan kreatif," tambah Menaker yang juga mengapresiasi komitmen TikTok dalam mendukung vokasi nasional. 

Sementara itu, Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, menyatakan dukungannya terhadap visi pemerintah. Ia menilai akses terhadap keterampilan digital harus diperluas agar manfaat ekonomi digital tidak hanya dinikmati oleh segelintir kelompok saja. 

Komitmen Inklusivitas TikTok 

Hilmi menegaskan bahwa TikTok berkomitmen memberikan dukungan konkret melalui pengembangan kurikulum yang aplikatif. Sebagai platform yang inklusif, TikTok ingin memberikan kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk menemukan audiens dan menciptakan peluang ekonomi secara mandiri. 

"Kami memandang kolaborasi ini sebagai langkah penting. Melalui program ini, siapa pun memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi pembuat konten, affiliator, maupun pelaku usaha digital yang sukses," kata Hilmi menjelaskan dampak berkelanjutan yang diharapkan dari program tersebut.

Kegiatan BISA Bareng TikTok ini juga menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi sebagai pengisi acara, di antaranya kreator konten Vina Muliana, serta tim ahli dari TikTok Indonesia dan TikTok Shop by Tokopedia untuk memberikan wawasan mendalam mengenai operasional livestream dan kemitraan usaha kecil menengah.

 

Terkini