Mengenal Rukun dan Syarat Sah Jual Beli sesuai Syariah: Agar Rezeki Jadi Berkah

Jumat, 10 April 2026 | 11:14:45 WIB
Ilustrasi

Oleh: Rafli Akram, Mahasiswa STMIK TAZKIA Dramaga Bogor.

Jual beli bukan sekadar pertukaran barang dengan uang, melainkan sebuah akad yang diatur ketat dalam syariat Islam. Memahami rukun dan syarat sahnya adalah kunci agar harta yang kita dapatkan bersifat halal dan membawa keberkahan bagi keluarga.

1. Landasan Syariat Jual Beli

Islam memandang jual beli sebagai aktivitas yang sangat mulia selama dilakukan dengan jujur. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

"...Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba..." (QS. Al-Baqarah: 275)

Selain itu, Rasulullah SAW menekankan pentingnya keridaan dalam bertransaksi: "Sesungguhnya jual beli itu harus didasarkan atas suka sama suka (antar kedua belah pihak)." (HR. Ibnu Majah)

2. Rukun Jual Beli

Rukun adalah pilar utama yang harus ada dalam sebuah transaksi. Jika salah satu pilar ini hilang, maka transaksi tersebut dianggap batal demi hukum Islam.

  1. Al-Aqidain (Pihak yang Berakad): Adanya penjual dan pembeli.
  2. Ma’qud Alaih (Objek Akad): Adanya barang yang dijual dan nilai tukar (harga/uang).
  3. Shighat (Ijab dan Kabul): Adanya kesepakatan atau serah terima, baik secara lisan maupun perbuatan (ta’athi).

3. Syarat Sah Jual Beli

Agar rukun di atas menjadi sah dan bernilai ibadah, maka harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

A. Syarat bagi Penjual dan Pembeli

  • Berakal Sehat: Transaksi tidak sah jika dilakukan oleh orang yang hilang ingatan atau mabuk.
  • Baligh (Dewasa): Mampu membedakan mana yang bermanfaat dan merugikan (meskipun dalam hal kecil, anak-anak diperbolehkan menurut sebagian ulama).
  • Suka Sama Suka: Tidak ada paksaan dari pihak manapun.

B. Syarat bagi Barang (Objek)

  • Suci: Barang tersebut bukan barang najis (seperti khamr, babi, atau bangkai).
  • Bermanfaat: Barang memiliki nilai guna menurut syariat.
  • Milik Sendiri: Penjual harus pemilik sah atau wakil dari pemilik barang. Islam melarang menjual barang yang bukan miliknya.
  • Dapat Diserahterimakan: Tidak sah menjual burung yang masih terbang di langit atau ikan yang masih di dalam laut lepas.
  • Diketahui Spesifikasinya: Kejelasan mengenai jenis, ukuran, dan sifat barang untuk menghindari penipuan (Gharar).

C. Syarat bagi Nilai Tukar (Harga)

  • Jelas Nilainya: Harga harus disepakati di awal, baik tunai maupun kredit.
  • Alat Tukar yang Sah: Menggunakan mata uang atau barang penukar yang disepakati dan tidak mengandung unsur riba.

4. Pentingnya Menghindari Gharar dan Riba

Dua hal yang paling sering merusak keberkahan jual beli adalah:

  1. Gharar: Ketidakjelasan atau ketidakpastian yang berisiko merugikan salah satu pihak.
  2. Riba: Tambahan yang disyaratkan dalam transaksi utang piutang atau pertukaran barang ribawi yang tidak sejenis/sepadan

 

Terkini