Tausiyah Ramadhan di Masjid Al-Jihad: Waspadai Bahaya Riya, Sum'ah, dan 'Ujub

Senin, 02 Maret 2026 | 21:54:14 WIB
Ustadz H. Raja Mahadi, S.Sos

PEKANBARU (RiauInfo) – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Jihad yang berlokasi di Jalan Melur, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, pada pelaksanaan sholat Tarawih malam ketiga belas Ramadhan 1447 Hijriah, Senin (2/3/2026). Jamaah tampak masih memadati ruang masjid untuk menunaikan ibadah sunnah tersebut diiringi dengan tausiyah Ramadhan. 

Penceramah malam tersebut, Ustadz H. Raja Mahadi, S.Sos, dalam tausiyahnya mengangkat tema mengenai bahaya penyakit hati yang seringkali tidak disadari oleh umat Muslim saat beribadah.

Ustadz Raja Mahadi menjelaskan secara rinci tiga sifat buruk yang harus dihindari, yakni riya, sum’ah, dan 'ujub. Ketiganya, menurut beliau, merupakan pintu masuk utama menuju sifat takabur atau sombong yang sangat dibenci oleh Sang Pencipta.

"Riya adalah niat untuk membanggakan diri agar dipuji orang lain, bukan karena Allah. Ini adalah bentuk pamer dalam perbuatan. Sementara itu, Sum’ah adalah upaya seseorang agar ketenarannya disebut-sebut, atau pamer melalui ucapan," ujar Ustadz Raja Mahadi di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, beliau memaparkan definisi 'Ujub sebagai kondisi di mana seseorang membanggakan diri sendiri dan merasa kagum atas kehebatan atau amal yang dilakukannya. Jika ketiga sifat ini dibiarkan tumbuh, maka ujungnya adalah sifat takabur yang dapat menghapus pahala kebaikan.

Empat Amalan Utama di Bulan Ramadhan

Selain memberikan peringatan tentang penyakit hati, Ustadz Raja Mahadi juga mengajak para jamaah untuk fokus pada empat pilar amalan yang harus dipenuhi selama bulan Ramadhan agar mendapatkan derajat takwa yang sempurna.

  1. Pertama, beliau menegaskan kewajiban untuk memenuhi puasa selama satu bulan penuh. 
  2. Kedua, setiap Muslim diharapkan memperbanyak interaksi dengan kitab suci melalui kegiatan membaca Al-Qur’an secara rutin setiap hari.
  3. Amalan ketiga yang sangat ditekankan adalah memperbanyak sedekah kepada sesama. 
  4. Terakhir, menjaga lidah dari ucapan yang tidak bermanfaat, ghibah, maupun fitnah menjadi kunci keberhasilan puasa seseorang.

"Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi juga menjaga lisan dan hati dari hal-hal yang dapat merusak pahala ibadah kita," tambah beliau menutup tausiyahnya.

Petugas Pelaksana Ibadah

Rangkaian ibadah pada malam ketiga belas Ramadhan ini dipandu oleh Kayla Dima yang bertindak sebagai pembawa acara (MC). Kehadiran sosok muda ini memberikan warna tersendiri malam di Masjid Al-Jihad.

Sebelum pelaksanaan sholat Tarawih dimulai, jamaah diajak untuk mengikuti program Fastabiqul Khairat yang dipandu oleh M. Ridho, S.Ag. Sesi ini diisi dengan motivasi ibadah dan pengingat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan selama sisa bulan suci.

Bertindak sebagai Imam sholat Tarawih adalah Rian Tanjung, SH, yang memimpin jalannya sholat dengan bacaan ayat suci yang tartil dan menyentuh hati. Sementara itu, posisi Bilal Tarawih dipercayakan kepada M. Affandi yang mengumandangkan selawat dengan merdu dan lantang.

Tags

Terkini