Al-Qur'an Sebagai Obat dan Petunjuk, Ustadz Bakhtiar Nasution Ajak Jamaah Masjid Al-Jihad Pekanbaru Dekatkan Diri pada Allah

Jumat, 27 Februari 2026 | 21:35:00 WIB
Ustadz Dr. H. Bakhtiar Nasution, M.Pd.I

PEKANBARU (RiauInfo) – Malam kesepuluh Ramadan 1447 Hijriah, jamaah masih memadati Masjid Al-Jihad, Jalan Melur, untuk menunaikan ibadah salat Tarawih berjamaah, Jumat (27/2/2026).

Ibadah malam tersebut menjadi istimewa dengan kehadiran penceramah kondang, Ustadz Dr. H. Bakhtiar Nasution, M.Pd.I, yang menyampaikan tausiyah mendalam bertajuk "Al-Qur'an adalah Perkataan Allah". Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa Al-Qur'an bukan sekadar teks, melainkan mukjizat hidup yang diturunkan melalui Malaikat Jibril sebagai penyempurna kitab-kitab terdahulu.

Ustadz Bakhtiar menjelaskan bahwa keberadaan Al-Qur'an berfungsi untuk menggenapi ajaran yang ada pada kitab Taurat, Zabur, dan Injil. Beliau mengajak seluruh jamaah untuk merefleksikan kembali sejauh mana interaksi mereka dengan kitab suci ini selama sepuluh hari pertama bulan suci Ramadan.

Tiga Keutamaan Berinteraksi dengan Al-Qur'an

Dalam penyampaiannya, Ustadz Bakhtiar menguraikan tiga poin penting bagi hamba yang istiqomah berinteraksi dengan Al-Qur'an. 

  1. Poin pertama adalah peningkatan iman, di mana setiap ayat yang dibaca dan direnungkan akan menjadi nutrisi yang memperkuat keyakinan di dalam dada.
  2. Kedua, beliau menegaskan bahwa Al-Qur'an merupakan obat (syifa) yang menyasar pusat kemanusiaan, yakni hati. Beliau membedakan kondisi hati manusia ke dalam tiga kategori: hati yang mati karena jauh dari Tuhan, hati yang sakit akibat kemaksiatan, dan hati yang bahagia karena diterangi cahaya ilahi.
  3. Poin ketiga yang disampaikan adalah peran Al-Qur'an sebagai petunjuk atau hidayah. Menurutnya, pedoman hidup ini akan menuntun manusia menuju tingkatan Ainul Yaqin hingga Haqqul Yaqin, sebuah kondisi di mana kebenaran Islam sudah menyatu sepenuhnya dalam sanubari tanpa keraguan sedikitpun.

Memahami Level Keimanan dan Kisah Inspiratif

Ustadz Bakhtiar juga membedah empat level keimanan manusia agar jamaah dapat melakukan evaluasi diri. 

  • Dimulai dari Iman Taklid yang hanya ikut-ikutan, 
  • Iman Ilmiah yang masih berhitung soal pahala, 
  • Iman 'Ayyani yang tumbuh karena melihat orang lain, hingga mencapai 
  • Iman Haqqul Yaqin yang kokoh tanpa paksaan.

Beliau mengisahkan perjalanan spiritual para mualaf yang mendapatkan hidayah justru melalui keajaiban literasi Al-Qur'an. Nama-nama seperti Felix Siauw, Irene, dan Yahya disebut sebagai contoh nyata bagaimana Al-Qur'an mampu mengubah arah hidup seseorang menjadi lebih bermakna.

Beliau juga menyisipkan kisah ustadz milenial yang menemukan Tuhan setelah mendalami kandungan ayat-ayat Allah. Fenomena ini membuktikan bahwa Al-Qur'an memiliki daya tarik universal yang melampaui batas latar belakang agama dan budaya asalnya.

Pesan Penutup dan Pelaksanaan Sholat Tarawih

"Setiap kali kita merasakan ada masalah hidup yang menghimpit, berpalinglah kepada Al-Qur'an, niscaya pertolongan Allah akan datang. Selain itu, jangan sekali-kali melalaikan sholat karena itu adalah tiang agama yang mengikat hubungan kita dengan Sang Pencipta," pesan Ustadz Bakhtiar di hadapan jamaah yang khidmat menyimak.

Rangkaian kegiatan malam tersebut dipandu oleh Lucy Vivanda selaku pembawa acara (MC). Sebelum memasuki waktu Tarawih, program Fastabiqul Khairat dilaksanakan dengan panduan dari Sofyadi sebagai upaya memotivasi jamaah dalam bersedekah dan berlomba-lomba dalam kebaikan.

Pelaksanaan ibadah sholat Tarawih berlangsung khusyuk dengan Irham, S.Sy yang bertindak sebagai Imam. Suasana malam kian syahdu berkat lantunan suara Bilal Tarawih, Fajrul Islami, yang memandu transisi antar rakaat dengan fasih.

Tags

Terkini