PEKANBARU (RiauInfo) – Ibadah sholat Tarawih malam ketujuh Ramadhan 1447 H di Masjid Al-Jihad, Jalan Melur, Kecamatan Sukajadi, berlangsung khidmat dengan pesan mendalam mengenai nilai kemanusiaan dan spiritualitas melalui sedekah.
Ustadz Drs. H. Aprianto Rahmatullah, MA, yang hadir sebagai penceramah pada Selasa (24/2/2026) malam, memaparkan tema "Dahsyatnya Sedekah" di hadapan jemaah yang memadati ruang utama masjid.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Aprianto menekankan bahwa sedekah memiliki kekuatan luar biasa yang tidak hanya mempererat hubungan antar sesama manusia, tetapi juga mendekatkan hamba kepada sang Pencipta serta surga-Nya.
Lima Keutamaan Sedekah
Poin utama yang disampaikan adalah lima keutamaan bagi mereka yang gemar berbagi, di antaranya adalah kemampuan sedekah dalam menambah nilai keberkahan harta, terutama jika dilakukan pada bulan suci Ramadhan.
"Sedekah di bulan puasa adalah istimewa; ia akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya dan pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT," ujar Ustadz Aprianto di hadapan para jemaah.
Keutamaan ketiga yang dibahas adalah bagaimana sedekah menjadi "teman" setia di alam barzah, di mana amal jariyah tersebut akan membantu dan menerangi kubur seseorang sebelum hari kebangkitan.
Selain manfaat di alam baka, sedekah juga diyakini mampu menghindarkan seseorang dari kematian yang buruk atau su’ul khotimah serta menjauhkan diri dari berbagai mara bahaya dan penyakit di dunia.
Perlindungan di Hari Kiamat
Pada poin kelima, ia menjelaskan bahwa sedekah akan menjadi naungan atau tempat berteduh bagi pemberinya saat berada di Padang Mahsyar pada hari kiamat kelak, di saat matahari terasa sangat dekat.
Ustadz Aprianto juga menyentuh sisi lain dari sedekah, yakni fungsinya sebagai obat batin maupun fisik yang terkadang tidak sanggup disembuhkan secara medis konvensional.
"Sedekah adalah investasi nyata untuk akhirat. Pahala memberi makan orang yang berbuka puasa saja sudah setara dengan pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun," tambahnya lagi.
Ia mengingatkan jemaah agar tidak menunda bersedekah, sebab penyesalan terbesar manusia yang telah wafat adalah keinginan untuk hidup kembali sejenak hanya demi bisa bersedekah.
Bonus: Tausyiah Kedua, Ustadz Muda dari Payakumbuh
Setelah sesi Ustadz Aprianto, ada bonus tausyiah kedua dari Penceramah tamu dari Payakumbuh, Raditya Alhadi, yang juga menyampaikan keutamaan sedekah, sholat dan pahala menyayangi kedua orangtua.
Petugas Tarawih Malam Ketujuh Ramadhan
Rangkaian ibadah malam ketujuh Ramadhan ini dipandu oleh Yola Haryu selaku pembawa acara (MC), sejak selesai waktu Isya hingga usai Tarawih.
Sebelum memasuki inti ceramah dan salat, sesi Fastabiqul Khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan disampaikan oleh Sofjadi, SE.Ak, sebagai pengantar motivasi bagi para jemaah Masjid Al-Jihad untuk berinfaq dan sedekah.
Pelaksanaan shalat Tarawih sendiri dipimpin oleh Imam Rian Tanjung, SH, dengan lantunan ayat suci yang merdu, didampingi oleh M. Rizki Ramadhan yang bertugas sebagai Bilal Tarawih.