Tausiah di Masjid Al-Jihad Pekanbaru: Ustadz Dr. H. Adnasrul, M.Ag. Kupas Rahasia Shalat Lima Waktu

Ahad, 22 Februari 2026 | 21:55:00 WIB
Suasana Mesjid Al-Jihad

PEKANBARU (RiauInfo) –Memasuki malam kelima bulan suci Ramadhan 1447 H, suasana khidmat menyelimuti Masjid Paripurna Al-Jihad yang berlokasi di Jalan Melur, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru.  Jamaah tampak memadati ruang utama untuk menunaikan rangkaian ibadah malam Ramadhan, mulai dari shalat Isya hingga Tarawih berjamaah, Minggu (22/2/2026).

Acara malam tersebut dipandu oleh Miftah Adrianty selaku pembawa acara. Rangkaian kegiatan berlangsung tertib, dimulai dengan pembukaan protokol hingga memasuki sesi inti yakni siraman rohani yang disampaikan oleh penceramah, Ustadz Dr. H. Adnasrul, M.Ag.

Esensi Al-Fatihah dan Petunjuk Jalan Lurus

Dalam tausiahnya, Ustadz Adnasrul menekankan bahwa shalat lima waktu adalah fondasi utama bagi setiap muslim setelah mengikrarkan dua kalimat syahadat. Beliau menjelaskan betapa dalamnya makna surah Al-Fatihah, khususnya pada ayat _Ihdinash shirathal mustaqim._

"Setiap hari, kita setidaknya memohon petunjuk sebanyak 17 kali melalui rakaat shalat wajib. Ini adalah tanda bahwa kita adalah hamba yang senantiasa butuh bimbingan Allah. Maka, jangan sekali-kali melalaikan shalat, karena di sanalah kunci koneksi dan petunjuk hidup kita," ujar Ustadz Adnasrul di hadapan jamaah.

Beliau menambahkan bahwa jawaban atas doa meminta petunjuk tersebut telah termaktub jelas di dalam Al-Quran. Merujuk pada Surah Al-Isra ayat 9, ia menegaskan bahwa Al-Quran adalah pemberi petunjuk ke jalan yang paling lurus. Oleh karena itu, momentum Ramadhan harus dimanfaatkan untuk kembali mempererat interaksi dengan kitab suci.

Kekuatan Shalawat dan Kisah Malaikat 

Suasana di dalam masjid terasa semakin sejuk saat sang ustadz memaparkan keutamaan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau menceritakan dialog antara Rasulullah dan Malaikat Jibril tentang sosok malaikat luar biasa yang memiliki satu juta jari.

"Malaikat tersebut bertugas mencatat setiap tetes hujan yang turun ke bumi secara presisi. Namun, Jibril menyampaikan bahwa malaikat sehebat itu pun tidak sanggup menghitung pahala bagi umat Muhammad yang bershalawat kepadanya. Begitu dahsyatnya rahmat Allah bagi lisan yang basah dengan shalawat," jelasnya.

Waspadai Enam Penyakit Hati Perusak Amal

Selain menekankan ibadah ritual, Ustadz Adnasrul memberikan peringatan keras mengenai enam penyakit hati yang dapat menggerogoti pahala puasa dan amal lainnya:

  1. Sibuk dengan aib orang lain: Terlalu fokus pada kesalahan orang lain hingga lupa pada cacat diri sendiri.
  2. Kerasnya hati: Sulit menerima kebenaran dan hilangnya rasa empati.
  3. Cinta dunia yang berlebihan (Hubbud Dunya): Mengutamakan urusan materi hingga melalaikan kewajiban shalat.
  4. Panjang angan-angan: Hidup dalam khayalan tanpa usaha dan melebihi kemampuan finansial.
  5. ​Tipisnya rasa malu: Kehilangan rasa sungkan dalam melanggar norma agama dan sosial.
  6. Kezaliman yang tak henti.

Fastabiqul Khairat dan Pelaksanaan Shalat Tarawih

Setelah siraman rohani usai, agenda malam tersebut dilanjutkan dengan sesi Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) yang dipandu secara interaktif oleh Heru Setiawan. Sesi ini menjadi ajang bagi jamaah untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan amal jariyah di bulan mulia.

Puncak ibadah malam kelima ditutup dengan pelaksanaan shalat Tarawih dan Witir berjamaah. Bertindak sebagai Imam shalat adalah Irham, S.Sy., yang memimpin dengan bacaan yang menyentuh hati. Sementara itu, posisi Bilal Tarawih diisi oleh M. Affandi, yang mengumandangkan shalawat di sela-sela rakaat dengan suara yang lantang.

Tags

Terkini