Sambut Tahun Baru Dengan Muhasabah Dan Renungan

Kamis, 02 Januari 2014 | 08:47:01 WIB

Jamaah  Almaghfirah Rutan Dumai Bersama MUI Kota Dumai Dan PMD Sambut Tahun Baru Dengan Muhasabah Dan Renungan Akhir Tahun

Muhasabah atau renungan Akhir Tahun bersama Jama'ah al Maghfirah Rutan Dumai DUMAI (RiauInfo) – Menyambut tahun baru, seringkali diibaratkan dengan pesta. Ini menjadi potret budaya hura-hura dan kebebasan yang berlebihan yang   dilakukan oleh sebagian remaja dan masyarakat. Selain itu, atraksi balap liar, muda-mudi berpasang-pasangan di tempat sunyi setelah lewat tengah malam menjadi hal yang mudah dilihat dengan kasat mata. Berkaca dengan hal di atas, Majelis Ulama Indonesia Kota Dumai dan PMD Kota Dumai bersama Jamaah Rumah Tahanan Negara Kota Dumai melaksanakan kegiatan Muhasabah atau renungan akhir tahun. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari selasa 31 Desember 2013  dari pagi dan berakhir sebelum sholat zuhur. Dalam sambutannya, Ka Rutan Dumai yang diwakili oleh Arian Siswanto, yang juga tercatat sebagai Pengurus Masjid al Maghfirah menyampaikan ucapan terimaksih yang setinggi-tingginya kepada MUI, dan PMD Kota Dumai yang telah bersama-sama dengan Rutan Dumai melakukan pembinaan terhadap para narapidana Rutan Dumai. Sementara itu, Harapan Muda Siregar, Bendahara Masjid al Maghfirah menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi narapidana dalam memahami makna hidup serta dapat menganalisa dan merenungkan kembali perjalanan hidup mereka selama ini. Ketua PMD Kota Dumai Drs. Ays’ari menyatakan bahwa PMD Kota Dumai akan berupaya untuk dapat lebih dekat lagi kepada ummat Islam Kota Dumai melalui kegiatan dakwah yang lebih variatif. Acara muhasabah dan renungan akhir tahun ini dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kota Dumai, Lukman Syarif, MA. Lukman mengajak seluruh jamaah untuk berusaha lebih ikhlas dalam beribadah. “Kita harus berusaha lebih ikhlas dalam beribadah karena ikhlas adalah ruh dari setiap amal, tanpa keikhlasan amal kita persis seperti bangkai yang tak bernyawa”. “Jika kita sering tidak ikhlas dalam beramal maka kita tak lebih dari seorang penumpuk bangkai”, lanjut Lukman. “Mari kita bertanya kepada diri masing-masing tentang apakah yang kita cari dan kejar dalam hidup ini. Kita semua mestilah menyadari bahwa kita semua terlahir dengan modal dan kemampuan menangis semata, punya mata tapi tak melihat, punya tangan tapi tak mampu menggerakkannya dengan leluasa. Allah swt akan mengambil nikmat dari kita satu persatu sebagaimana Allah memberikan kita nikmat juga satu persatu”. Di sela-sela zikir dan istighfar Ketua MUI Dumai mengingatkan para jamaah tentang dekatnya kematian dan pergantian hari adalah pertanda semakin dekatnya kita dengan kematian. Para narapidana banyak yang tersentuh dengan kegiatan ini, sehingga banyak yang menangis tersedu-sedu menginsafi kesalahan yang telah lalu, bahkan salah seorang jamaah menangis terisak-isak ketika besalaman dengan Ketua MUI dan mohon didoakan agar istiqomah dalam taubat dan penyerahan diri kepada Allah SWT. (rls)    

Terkini